TIMNAS Amerika Serikat memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar di Stadion San Francisco Bay Arena, Kamis (2/7/2026).
Meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-64 akibat kartu merah Folarin Balogun, tuan rumah tetap mampu mempertahankan keunggulan bahkan menambah gol untuk mengunci kemenangan.
Keberhasilan itu membuat Amerika Serikat mencatatkan pencapaian penting dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk empat edisi beruntun.
Tim asuhan Mauricio Pochettino juga sudah ditunggu Belgia yang sebelumnya menyingkirkan Senegal dengan skor dramatis 3-2.
Bosnia-Herzegovina lebih dulu memberikan ancaman pada menit ke-10 melalui Ermedin Demirovic yang menerima umpan Edin Dzeko.
Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan kiper Matt Freese sehingga peluang tersebut belum membuahkan gol.
Amerika Serikat mulai meningkatkan intensitas serangan setelah laga berjalan 15 menit. Weston McKennie mengirim umpan matang kepada Antonee Robinson, tetapi Nikola Vasilj tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.
Tuan rumah sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-31 melalui Folarin Balogun. Namun, wasit menganulir gol itu setelah penyerang AS Monaco tersebut lebih dulu berada dalam posisi offside.
Balogun akhirnya benar-benar membawa Amerika Serikat unggul menjelang turun minum.
Memanfaatkan bola liar hasil umpan Malik Tillman di dalam kotak penalti pada menit ke-45, Balogun sukses menaklukkan Vasilj dan mengubah skor menjadi 1-0.
Babak pertama berlangsung cukup keras hingga sempat dihentikan akibat benturan antara Tyler Adams dan Edin Dzeko.
Tambahan waktu yang panjang membuat paruh pertama baru berakhir pada menit ke-45+10 dengan keunggulan 1-0 untuk Amerika Serikat.
Memasuki babak kedua, Bosnia-Herzegovina berusaha mengambil alih permainan demi mengejar ketertinggalan. Peluang mereka semakin terbuka setelah insiden yang melibatkan Folarin Balogun dan Tarik Muharemovic.
Muharemovic terjatuh sambil memegangi kakinya setelah terkena injakan Balogun. Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan melakukan pemeriksaan melalui VAR untuk memastikan keputusan yang akan diambil.
Hasil tayangan ulang membuat wasit menganggap tindakan Balogun sebagai pelanggaran serius.
Penyerang Amerika Serikat tersebut akhirnya diganjar kartu merah langsung pada menit ke-64 sehingga tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain membuat Bosnia-Herzegovina semakin percaya diri menekan pertahanan Amerika Serikat. Meski begitu, lini belakang yang dikawal Tim Ream dan Chris Richards tetap mampu meredam sejumlah serangan lawan.
Alih-alih tertekan, Amerika Serikat justru tetap tampil agresif meski bermain dengan 10 pemain. Christian Pulisic bahkan sempat membobol gawang Bosnia pada menit ke-77, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-82 melalui eksekusi tendangan bebas Malik Tillman. Gelandang tersebut melepaskan sepakan akurat yang bersarang di sisi kanan gawang Nikola Vasilj sehingga skor berubah menjadi 2-0.
Bosnia-Herzegovina terus mencoba mengejar ketertinggalan hingga memasuki masa injury time yang mencapai 10 menit.
Namun, berbagai upaya yang dilakukan tim asuhan Sergej Barbarez tetap gagal membongkar pertahanan Amerika Serikat.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 2-0 untuk Amerika Serikat.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan The Stars and Stripes melaju ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri meski sempat kehilangan satu pemain sejak pertengahan babak kedua.
Keberhasilan menyingkirkan Bosnia-Herzegovina membawa Amerika Serikat menghadapi tantangan yang lebih berat pada babak 16 besar.
Lawan yang sudah menunggu adalah Belgia, tim yang juga tampil impresif setelah melakukan comeback dramatis untuk mengalahkan Senegal 3-2.
Pertemuan Amerika Serikat melawan Belgia diperkirakan menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur.
Kedua tim sama-sama menunjukkan mental kuat sepanjang babak 32 besar dengan meraih kemenangan melalui cara yang berbeda.
Amerika Serikat datang dengan modal pertahanan yang solid dan semangat juang tinggi setelah mampu menang meski bermain dengan 10 pemain.
Sementara Belgia membawa kepercayaan diri usai bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memastikan tiket ke babak berikutnya. (jpg)






