BERITA UTAMA

Longsor Terjang Permukiman di Nagari Sungai Landia, 1 Orang Tewas Tertimbun, 6 Luka-Luka

×

Longsor Terjang Permukiman di Nagari Sungai Landia, 1 Orang Tewas Tertimbun, 6 Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
TERTIMBUN LONGSOR— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap warga yang tertimbun longsor di Jorong Kampuang Baruah. Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Agam.

AGAM, METROHujan dengan intensitas tinggi yang menggu­yur wilayah Kabupaten Agam, memicu bencana tanah longsor yang menimbun tiga rumah warga di Jorong Kampuang Baruah. Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Selasa (5/5) pukul 22.30 WIB.

Akibatnya bencana itu, enam orang yang sempat tertimbun material tanah longsor, berhasil diselamatkan de­ngan kondisi luka-luka. Para korban langsung di­eva­­kuasi ke Rumah Sakit Ah­­mad Muchtar Kota Bu­kit­tinggi untuk menda­pat­kan perawatan secara in­tensif.

Sayangnya, satu orang bernama Awal (50) ditemukan dengan kondisi meninggal dunia akibat longsor yang menimbun rumahnya. Korban tewas baru ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu (6/5) sekitar pukul 03.45 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Abdul Ghafur  membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, bencana tanah long­sor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama. Material longsor kemudian menimpa tiga rumah yang dihuni tiga keluarga.

Baca Juga  5 Bulan Keluar Penjara, Zuherwan kembali Jual Sabu di Kota Padang

“Adapun identitas korban selamat, di antaranya Dayat (33), Noya (35), Sa­fira (1), Yoni (45), Zaki (18), dan Kuntum (14). Enam korban ini masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan satu korban dinyatakan meninggal dunia atas na­ma Awal,” kata Abdul Gha­fur, Rabu (6/5).

Dijelaskan Abdul Gha­fur, setelah mendapat laporan adanya longsor yang menerjang permukiman warga di Nagari Sungai Landia, pihaknya bersama Badan SAR Nasional Pos Agam, PMI Agam, Kelompok Siaga Bencana, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian.

“Korban yang ditemukan ada laki-laki dan perempuan. Enam orang me­nga­lami patah tulang dan luka-luka usai terkena material tanah longsor menimbun rumahnya. Sedangkan korban yang me­ninggal dievakuasi ke Pus­kesmas Ampek Koto untuk dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Baca Juga  Mantan Pasien Covid-19 Doakan Bupati Cepat Sembuh

Dikatakan Abdul Gha­fur, korban Awal pada saat kejadian, kebetulan hanya seorang diri di dalam rumah, sehingga proses pencarian jenazah sempat memakan waktu cukup la­ma.

“Sementara itu, enam korban lainnya dari dua rumah berbeda berhasil diselamatkan. Para korban selamat, termasuk seorang balita berusia satu tahun, tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ahmad Muchtar, Bukittinggi,” tutur dia.

Selain menimbun permukiman warga, Abdul Ghafur menuturkan,  material longsor menutup akses jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Gudang Lubuk Basung de­ngan Kota Bukittinggi, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Kondisi terakhir, Rabu Siang ruas jalan sudah kami bersihkan. Namun, akses lalu lintas masih bersifat buka-tutup sementara waktu. Yang penting, kendaraan sudah bisa lewat secara bergantian,” pungkasnya.  (pry)