BERITA UTAMA

Kutuk Keras Kasus Asusila di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Agama Sebagai Kedok!

×

Kutuk Keras Kasus Asusila di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Agama Sebagai Kedok!

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

JAKARTA, METRO–Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengecam keras du­gaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan pondok pesantren Ashari terhadap santriwati­nya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Gus Ipul menegaskan, pesantren seharusnya menjadi benteng moral dan ruang aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu agama, bukan justru menjadi lokasi tindakan bejat.

“Kami tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ada pesantren dijadikan kedok,” ujar Gus Ipul, Jumat (8/5).

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim ke lapangan. Fokusnya ini adalah memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan bagi korban serta keluarganya.

Menurut Gus Ipul, penanganan dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati dan bertahap guna menjaga kondisi psikologis korban.

“Kita asesmen, nanti kita lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan keluarganya dan kira-kira apa yang bisa kita berikan dukungan dalam rangka pemberdayaan. Jadi, tim dari Kemensos sudah ada di sana dan kita sedang melakukan dialognya secara bertahap,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Iqra Chissa Mangkrak, DS: Saya akan Laporkan ke Komisi III DPR RI

Kemensos tidak hanya memberikan pendampingan sesaat. Gus Ipul memastikan layanan psikososial dan residensial telah disiapkan di wilayah Pati untuk mempercepat pemulihan mental maupun fisik para korban.

Selain penanganan trauma, Gus Ipul menyoroti pentingnya akurasi data. Ia menilai kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pendataan harus diperkuat agar pemerintah bisa merespons lebih cepat di masa mendatang.

“Di sinilah pentingnya pendataan yang kemudian nanti kita jadikan dasar memberikan dukungan, bantuan atau intervensi yang bisa dilakukan oleh pemerintah atau juga oleh filantropi, lembaga non-government. Jadi kita bisa tahu lebih cepat dan bertindak lebih cepat jika memiliki data yang lebih akurat,” ujarnya.

Baca Juga  Tabrak Polisi hingga Terluka, Pengedar Ditangkap usai Motornya Masuk Sawah

Terkait kondisi ekonomi keluarga korban, Kemensos berencana menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pengukuran guna menentukan intervensi kebijakan yang tepat.

“Belum bisa kita ukur, nanti kita sampaikan ke BPS untuk dilakukan pengukuran. Insya Allah kita akan ketahui dalam beberapa waktu ke depan,” tambahnya.

Gus Ipul berharap agar masyarakat tetap objektif. Meski mengutuk oknum pe­laku, ia meminta publik tidak menyamaratakan semua pesantren. Ia mengajak semua pihak memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan demi keselamatan santri.

“Mari kita sama-sama berikan pengawasan secara ketat dan jangan disamaratakan. Banyak pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” tutur Gus Ipul.

“Kita harus jaga para santri ini, tidak hanya korban tapi juga santri lainnya. Semua harus kita beri perlin­dungan, sekaligus rehabilitasi dan pemberdayaan,” tambahnya. (jpg)