AGAM/BUKITTINGGI

Kurma Sejiwa, Inovasi Puskesmas Muaro Putus Dampingi ODGJ hingga ke Rumah

×

Kurma Sejiwa, Inovasi Puskesmas Muaro Putus Dampingi ODGJ hingga ke Rumah

Sebarkan artikel ini
INOVASI KURMA SEJIWA— Puskesmas Muaro Putus, Kecamatan Tanjung Mutiara, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah program Kurma Sejiwa, sebuah layanan yang dikhususkan bagi ODGJB melalui pendekatan kunjungan langsung ke rumah pasien.

AGAM, METRO–Puskesmas Muaro Putus, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, terus berupaya mening­kat­kan kualitas pelayanan ke­sehatan bagi masya­rakat melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah program Kurma Sejiwa atau Kunjungan Rumah Sehatkan Jiwa, sebuah layanan yang dikhususkan bagi Orang dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJB) melalui pen­dekatan kunjungan langsung ke rumah pasien.

Program yang telah berjalan selama dua tahun terakhir tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Puskesmas Muaro Putus dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui layanan ini, tenaga kesehatan tidak hanya menunggu pa­sien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga aktif mendatangi rumah pa­sien untuk memastikan proses pengobatan berjalan dengan baik.

Dalam setiap kunjungan, petugas melakukan pemantauan kondisi kesehatan jiwa pasien, memastikan kepatuhan dalam me­ngon­sumsi obat, memberikan edukasi kepada keluarga, serta mendampingi pa­sien agar memperoleh pe­ra­watan yang berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kunjungan rumah dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan berobat sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pendamping utama pasien. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk me­ngu­rangi stigma yang ma­sih melekat terhadap penyandang gangguan jiwa di tengah masyarakat.

Baca Juga  Puluhan Dokter Paru Indonesia Kunjungi Agam

Kepala Puskesmas Mua­­ro Putus, dr. Ibnu Syam­­su, didampingi tenaga kesehatan Nelfi Putri Piliang, Amd.Gz., menjelaskan bahwa inovasi Kurma Sejiwa lahir dari keinginan menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis, responsif, dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Melalui Kurma Sejiwa, kami ingin memastikan bahwa pasien ODGJB tidak hanya mendapatkan pelayanan saat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga memperoleh pendampingan langsung di lingkungan tempat tinggalnya. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien,” ujar dr. Ibnu saat ditemui di Muaro Putus, Rabu (15/7).

Selain memantau per­kem­bangan kondisi pasien, tenaga kesehatan juga memanfaatkan setiap kunjungan untuk memberikan pe­­nyu­luhan kepada keluarga. Edukasi tersebut mencakup pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan, cara merawat pasien de­ngan benar, hingga mem­­bangun pemahaman bah­wa penyandang gangguan jiwa membutuhkan dukungan, bukan diskriminasi.

Selama dua tahun pelaksanaannya, program Kurma Sejiwa dinilai telah memberikan dampak positif. Kepatuhan pasien da­lam menjalani terapi meningkat, keterlibatan keluarga dalam proses perawatan semakin baik, dan hu­bungan antara tenaga ke­sehatan dengan masya­ra­kat pun menjadi lebih erat.

Baca Juga  Andalkan Beragam Inovasi, PKK Puhun Pintu Kabun Bidik Prestasi Tingkat Provinsi

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan pasien dan keluarganya. Dengan dukungan lingkungan sekitar, proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.

Puskesmas Muaro Putus berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi Kurma Sejiwa sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya. Pendekatan aktif melalui kunjungan rumah diharapkan mam­pu meningkatkan kua­­­li­tas hidup penyandang g­ang­guan ji­wa sekaligus membangun lingkungan yang lebih pe­duli, inklusif, dan mendukung proses pemulihan me­reka.

“Ke depan, Puskesmas Muaro Putus berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi Kurma Sejiwa sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Melalui pelayanan yang aktif, menyentuh langsung masyarakat, dan berkelanjutan, diha­rap­kan kualitas hidup ODGJB semakin mening­kat serta tercipta lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung proses pemulihan pasien,” tutup dr. Ibnu. (pry)