METRO NASIONAL

Kunjungi Muhammadiyah, Dubes Ukraina: Rusia Benar-Benar Kejam!

×

Kunjungi Muhammadiyah, Dubes Ukraina: Rusia Benar-Benar Kejam!

Sebarkan artikel ini
SAMPAIKAN— Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin (kiri) dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat menyampaikan konferensi pers meminta dukungan agar menghentikan invasi Rusia di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (10/3).

JAKARTA, METRO–Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berkunjung ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Vasyl meminta dukungan da­lam upaya menghentikan invasi Rusia ke Ukraina yang saat ini masih terus berkecamuk. Da­lam pertemuan itu, Vasyl ber­bincang bersama sejumlah Pim­pinan Pusat Muhammadiyah baik secara langsung maupun melalui daring.

Dia meminta dukungan doa dan moril agar invasi segera dapat dihentikan karena telah merenggut banyak korban sipil. “Saya sangat berharap masya­rakat Indonesia akan mendoakan Ukraina, juga men­­doa­kan sau­dara-saudara mus­lim (Ukrai­na). Kami berha­rap ma­sya­rakat di Indonesia mau mem­bantu apa pun untuk men­cegah bencana ke­ma­nusia­an,” ujar Vasyl di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Kamis.

Vasyl bercerita kepada pim­pinan Muhammadiyah bah­wa situasi di Ukraina sangat ber­baha­ya. Baca Juga: Kritikan Den­ny Siregar ke Ketum JoMan Berujung di Polisi, Di­duga Terkait Munarman Saat ini, kata dia, in­vasi tidak hanya menyasar tentara Ukraina saja, termasuk warga sipil menjadi korban.

Baca Juga  Presiden Jokowi Anggap Pers Kunci Kemajuan Bangsa

Bahkan Vasyl menyebut situasinya telah menjadi bencana kemanusiaan. “Karena akarnya adalah neokolonialisme, yang harus kita akui, Ukrai­­na berencana untuk menjadi bagian dari persatuan baru yang solid, sehingga metode tentara pendudukan penjajah (Rusia) benar-benar kejam dan tidak manusiawi,” kata dia.

Di samping itu, dia juga menjelaskan bahwa di Ukraina ada komunitas muslim yang jumlahnya sekitar dua juta orang. Mereka, bersama-sama dengan tentara Ukraina demi mempertahankan tanah airnya. Sementara perihal Warga Negara Indonesia (WNI) ­yang masih tertahan di Chernihiv dipastikan aman. Mereka akan segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman dalam beberapa hari ke depan.  “Jadi, mari kita berdoa dan berharap bahwa mereka akan mencapai tempat yang lebih aman, hari ini atau besok. Jadi, masih dalam perjalanan, tinggal sembilan orang lagi (WNI yang masih tertahan),” kata dia.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Sebut Kesembuhan Indonesia Terbaik

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pihaknya mendukung perjuangan rakyat Ukraina dalam mempertahankan ta­nah air mereka. Menurutnya, Muhammadiyah akan memberikan bantuan kemanusiaan. Namun, perihal bantuan apa yang akan diberikan, kata Mu’ti, Muhammadiyah belum bisa memastikannya karena harus berkoordinasi dengan Lazismu dan lembaga kema­nusiaan internasional Muhamma­diyah.

“Pada prinsipnya Muhammadiyah akan berusaha membantu saudara-saudara kita di Ukraina yang menjadi korban akibat peperangan ini. Tetapi, memang kami akan menyalurkannya ke lembaga-lembaga internasional dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Muti. (*/jpnn)