BERITA UTAMA

”Jumat Curhat” di Masjid Jamiatul Huda Kataping, Irjen Pol Suharyono: Tawuran itu Menang jadi Arang, Kalah jadi Abu

×

”Jumat Curhat” di Masjid Jamiatul Huda Kataping, Irjen Pol Suharyono: Tawuran itu Menang jadi Arang, Kalah jadi Abu

Sebarkan artikel ini
SAMPAIKAN PESAN— Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono saat memberikan pesan-pesan kamtibmas dalam kegiatan”Jumat Curhat” di Masjid Jamiatul Huda Kataping, Kuranji.

PADANG, METRO–Jalankan program “Jumat Curhat” untuk menam­pung keluhan masyarakat, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Jamiatul Huda Kataping, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (3/2).  Pada kesempatan itu, berbagai imbauan kamtibmas disampaikan kepada para jemaah.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyebut dalam kegiatan ‘Jumat Curhat’ ini, ia menerima beberapa penyampaian keluhan dari masyarakat, di antaranya adalah terkait dengan tawuran antarremaja ataupun kelompok yang sudah sangat meresahkan.

“Memang kita ketahui bahwa akibat yang ditimbulkan dari suatu tawuran itu pasti muncul korban, kalau ada korban pasti ada tersangka, kalau ada tersangka pasti ada penegakan hukum, kalau ada penegakan hukum pasti ada yang ditahan,” katanya.

Dikatakan, kalau pelajar yang ditahan, nantinya akan berdampak kepada dikeluarkannya pelajar tersebut dari sekolah, karena sudah harus berurusan dengan pidana.

“Kalau dia (pelajar yang dipidana) pun mengurus SKCK enggak mungkin SKCK itu akan mulus, karena pernah menjadi narapidana dan seterusnya dan seterusnya. Kami imbau jangan ada lah (tawuran) mulai sekarang,” ujar Ka­polda Sumbar.

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan, sejak dari dulu, sudah sering pihak kepolisian menginformasikan kepada ma­syarakat untuk jangan ada lagi tawuran.

Baca Juga  Anak Pembakar Ibu Tiri Diringkus

“Tawuran itu pasti akan merugikan semua pihak. Seluruh warga negara harus kompak dan harus solid jangan ada saling benci jangan ada saling terprovokasi, jangan ada aksi balas dendam dan lain sebagainya,” terangnya.

Kepada para pelajar, Irjen Pol Suharyono mengingatkan bahwa pelajar maupun mahasiswa tugasnya adalah belajar. Dan kelompok masyarakat tertentu yang akan ikut menjaga kamtibmas-nya.

“Nanti masyarakat jangan sampai sekali lagi terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, akhirnya memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Padahal yang bersangkutan adalah generasi muda,” ujarnya.

Ditegaskan Irjen Pol Suharyono, sebagai tindak lanjut informasi itu tentunya antisipasi yang dilakukan pihaknya adalah sebagaimana kelazimannya tugas Kepolisian itu ada tiga strata. Strata pertama adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat preemtif pen­cegahan yang sangat mendasar.

“Oleh kawan kawan da­ri Bhabinkamtibmas  bersama-sama dengan unsur-unsur Forkopimda yang lain untuk melakukan pen­cegahan-pencegahan, imbauan-imbauan, jangan sampai muncul perpecahan sebagaimana yang sedang kita alami selama ini yaitu tawuran itu, bukan hanya di Sumbar tempat lain pun sering terjadi seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga  Tambang Clay Gunung Sarik Menelan Korban, Dua Pekerja Tewas Tertimbun

Yang kedua sebut Irjen Pol Suharyono, adalah ke­giatan-kegiatan yang bersifat preventif. Jangan sam­pai juga preemtif ini tidak terkendali akhirnya muncul sampai preventif. Kalau preemtif itu sangat mendasar, tapi kalau preventif itu sudah mendekati kejadian atau ambang gangguan.

“Kalau preemtif itu adalah potensi gangguan, kalau preventif itu adalah ambang gangguan kalau tidak terkendali di ambang gangguan akan terjadi gang­guan nyata,” ujarnya.

Hal tersebut merupakan kerawanan, sehingga apa yang langkah yang ditempuh yang ril adalah Polisi-Polisi ini turun ke sekolahan-sekolahan, ke kelompok-kelompok ma­syarakat yang mungkin sering bertikai memberikan himbauan-himpunan kamtibmas jangan bertikai, jangan tawuran.

“Menang jadi arang, ka­lah jadi abu. Tidak ada yang menguntungkan kalau namanya tawuran itu me­rugikan semuanya, dan juga akan memunculkan harkamtibmas yang tidak kondusif, tidak terpelihara dengan baik. Dengan sekali tawuran percuma keamanan yang selama ini kita rajut bersama, kita ciptakan bersama akhirnya jadi berantakan kalau ada terjadi seperti itu apalagi yang muncul korban apalagi sampai me­ninggal dunia dan lain seba­gainya,” pungkasnya. (rgr)