PAYAKUMBUH/50 KOTA

Jadi Irup Upacara HUT RI Ke-78, Rida: Tidak Boleh Terpecah Belah oleh Perbedaan

×

Jadi Irup Upacara HUT RI Ke-78, Rida: Tidak Boleh Terpecah Belah oleh Perbedaan

Sebarkan artikel ini

POLIKO, METRO–Penjabat (Pj) Walikota Payakumbuh Rida Ananda menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia ke-78 di Halaman Balai Kota Payakumbuh, Kamis (17/8). Dalam pidatonya, Pj Wako Payakumbuh Rida Ananda mengajak masyarakat untuk selalu mengingat pesan dari para pahlawan agar tidak membiarkan perpecahan menghancurkan cita-cita bangsa.

“Kita tidak boleh terpecah belah oleh perbedaan, baik itu suku, agama, maupun budaya. Kita harus tetap bersatu dalam kera­gaman, dengan saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Dialog dan toleransi harus menjadi pijakan dalam memba­ngun masyarakat yang harmo­nis dan damai,” ujar Rida.

Bertindak sebagai Komandan Upacara peringatan HUT RI ke-78 Letda Inf Parlindungan dari Kodim 0306/50 Kota. Perwira U­pacara Kapten Inf Sil Suandi dari Kodim 0306/50 Kota.

Sementara untuk Pembawa Bendera Feisya Doli Ramadani siswa SMA 2 Payakumbuh, Danpok 17 M. Nabil Agustriyanto siswa SMA 2 Payakumbuh,  Danpok 8 Fathur Rahman Alhabsyi siswa SMA 1 Payakumbuh, Penggerek Alif Ismail siswa MAN 2 Payakumbuh, Pembentang M. Rizola Aufa siswa MAN 2 Payakumbuh, dan Muthia Kayla Fitri sisw SMA 3 Payakumbuh.

Baca Juga  Tiga Atlet KONI Limapuluh Kota, Ikut Perkuat Kontingen Sumbar di PON Papua

“Bersama-sama, kita memiliki potensi yang luar biasa untuk mengatasi berbagai tantangan yang kita hadapi. Salah satu tugas besar yang menjadi prioritas dan perhatian kita adalah upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrim, yang masih menghantui saudara-saudara kita di kota ini,” ungkapnya.

Saat ini, sambung Rida, terdapat 41 keluarga kurang mampu yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrim dan membutuhkan bantuan serta perhatian kita untuk mengakhiri kondisi kemiskinan ekstrim tersebut.

“Kerja sama yang telah kita bangun bersama dengan ber­bagai pihak, seperti Baznas dan berbagai organisasi terkait, telah membawa hasil yang menggembirakan. Beberapa keluarga telah kita bantu secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Rida.

Menangani masalah stunting ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa generasi pe­nerus kita dapat tumbuh optimal dan sehat. Hingga bulan Juli 2023, teridentifikasi 265 anak yang mengalami stunting.

“Sesuai target dari Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, pada tahun 2024 angka kemiskinan ekstrim mencapai 0 persen. Serta angka stunting di 2024 itu harus di bawah 14 per­sen,” ujarnya.

Baca Juga  Staf Ahli Menteri Kelautan Sebut Sentra Pembenihan Aset Penting

Rida percaya, dengan sema­ngat gotong royong dan komitmen bersama tersebut dapat me­ngubah Payakumbuh menjadi tempat yang lebih baik untuk semua warganya. “Marilah kita te­rus memperkuat persatuan dan memupuk semangat kerjasama, karena hanya dengan bersatu kita dapat mencapai hasil yang luar biasa,” harapnya.

Kedua, penghargaan untuk Aiptu Doni Sandra yang merupakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Parik Muko Aia atas sumbangsih, dedikasi, dan kontribusi dalam upaya menjaga Kamtibmas serta mendirikan pos kamling de­ngan swadaya sendiri.

Selanjutnya, penghargaan kepada camat berprestasi tingkat Kota Payakumbuh 2023, penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Penghargaan kelurahan merah putih yang diberikan kepada Kelurahan Koto Baru Kecamatan Payakumbuh Timur.

Kemudian, juga dilakukan penyerahan CSR oleh Bank Nagari untuk bantuan sosial bidang pendidikan sebesar Rp110 juta. Terakhir, juga disampaikan se­jumlah prestasi yang telah di­raih oleh TP-PKK Kota Payakumbuh.

Sementara untuk upacara Penurunan Bendera yang akan dilaksanakan pukul 17.00 WIB, yang akan bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi A­gus. (uus)