OLAHRAGA

Inggris Pecahkan Kutukan Azteca, Meksiko Tersingkir di Hadapan Pendukung Sendiri

×

Inggris Pecahkan Kutukan Azteca, Meksiko Tersingkir di Hadapan Pendukung Sendiri

Sebarkan artikel ini
PENCETAK GOL— Harry Kane (kiri) dan Jude Bellingham (kanan) menjadi pencetal gol bagi Inggris saat kalahkan Meksiko di 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus mengukir tiga rekor baru

INGGRIS memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan tuan rumah Meksiko dengan skor tipis 3-2 pada laga 16 besar di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7). Bermain di hadapan lebih dari 75 ribu pendukung tuan rumah, The Three Lions menunjukkan mental juara dengan mempertahankan keunggulan meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.

Kemenangan tersebut tidak hanya mengantar pasukan Thomas Tuchel melaju ke delapan besar, tetapi juga mengukir se­jumlah catatan bersejarah. Inggris menjadi tim pertama yang mampu menga­lahkan Meksiko di Stadion Azteca sejak 2013, sekaligus negara pertama yang menaklukkan El Tri di stadion legendaris itu pada putaran final Piala Dunia.

Meksiko mengawali per­­tandingan dengan a­gresif. Dukungan penuh publik sendiri membuat El Tri langsung mengambil inisiatif serangan dan berupaya menekan pertahanan Inggris sejak menit-menit awal.

Peluang emas pertama lahir pada menit ke-15 ketika Raul Jimenez menyambut umpan silang dengan sundulan keras. Namun, Jordan Pickford tampil ge­milang dengan melakukan penyelamatan refleks untuk menjaga gawang Inggris tetap aman.

Setelah bertahan cukup lama, Inggris mulai menemukan ritme permainan. Anthony Gordon sempat mengancam melalui tembakan dari sisi kiri pada menit ke-26, tetapi kiper Raul Rangel masih mampu mengamankan bola.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Serangan balik cepat yang dibangun Declan Rice di­teruskan Bukayo Saka me­lalui umpan silang akurat yang disambut sundulan Jude Bellingham untuk mem­bawa Inggris unggul 1-0.

Hanya dua menit berselang, Bellingham kembali menunjukkan kelasnya. Berawal dari kombinasi Harry Kane dan Anthony Gordon, gelandang muda tersebut sukses menyelesaikan peluang dengan tenang untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Baca Juga  Timnas Panjat Tebing Siap Jaga Momentum di Korea Selatan

Meksiko tidak menyerah begitu saja. Menjelang turun minum, Julian Quinones memanfaatkan kemelut di depan gawang Inggris untuk melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi Pickford pada menit ke-42 sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Sebelum babak pertama usai, tuan rumah terus menggempur pertahanan Inggris. Pickford kembali menjadi penyelamat lewat sejumlah penyelamatan penting, sementara Bel­lingham juga melakukan sapuan krusial untuk menggagalkan peluang Cesar Montes di depan gawang.

Memasuki babak kedua, Inggris nyaris menambah keunggulan ketika tendangan Nico O’Reilly mem­bentur tiang gawang pada menit ke-49. Namun situasi berubah drastis beberapa menit kemudian.

Pada menit ke-53, bek Jarrel Quansah diganjar kartu merah langsung setelah tinjauan VAR menyatakan tekelnya terhadap Jesus Gallardo sebagai pelanggaran berbahaya. Ke­putusan itu memaksa Inggris bermain dengan 10 pemain selama sisa per­tandingan.

Meski kehilangan satu pemain, Inggris justru mam­pu memperlebar keunggulan. Anthony Gordon dijatuhkan Raul Rangel di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih.

Harry Kane yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sang kapten mengecoh Rangel untuk membawa Inggris unggul 3-1 pada menit ke-58.

Meksiko kembali men­dapat harapan pada menit ke-68. Setelah VAR meninjau pelanggaran Kane terhadap Brian Gutierrez di area penalti, wasit kembali menunjuk titik putih.

Raul Jimenez tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Eksekusi penal­tinya sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 sekaligus membangkitkan semangat tuan rumah untuk mengejar gol penyeimbang.

Unggul jumlah pemain membuat Meksiko sema­kin berani menekan. Ge­lombang serangan terus dilancarkan ke lini pertahanan Inggris yang dipaksa bertahan hampir sepanjang sisa pertandingan.

Baca Juga  Phil Foden Rebut Penghargaan Pemain Terbaik versi Jurnalis

Thomas Tuchel merespons tekanan tersebut dengan memasukkan Dan Burn dan Djed Spence untuk memperkuat barisan belakang. Pergantian itu membuat Inggris lebih so­lid dalam menghalau setiap serangan yang dibangun El Tri.

Memasuki masa tambahan waktu selama 10 menit, tekanan Meksiko semakin meningkat. Ber­bagai umpan silang dan bola-bola mati terus diarahkan ke jantung pertahanan Inggris.

Peluang terbaik tuan rumah hadir di penghujung pertandingan ketika sebuah umpan silang mengarah ke depan gawang Inggris. Namun, John Stones tampil sigap dengan me­lakukan sapuan penting yang menggagalkan peluang emas Meksiko.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Inggris. The Three Lions pun memastikan tiket ke babak perempat final setelah memperlihatkan disiplin bertahan dan daya juang tinggi meski bermain dengan 10 pemain selama hampir 40 menit.

Keberhasilan tersebut sekaligus melahirkan tiga rekor penting bagi Inggris. Selain menjadi tim pertama yang mengalahkan Mek­siko di Stadion Azteca sejak 2013, mereka juga menjadi negara pertama yang menumbangkan El Tri di Azteca dalam sejarah Piala Dunia serta menjadi tim pertama yang mampu membobol sekaligus mengalahkan Meksiko pada Piala Dunia 2026.

Di babak perempat final, Inggris akan menghadapi Norwegia yang di­perkuat dua bintang Liga Inggris, Erling Haaland dan Martin Odegaard. Pertan­dingan itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase delapan besar mengingat kualitas kedua tim yang sama-sa­ma sedang berada dalam performa terbaik. (*/rom)