BERITA UTAMA

Ingatkan Bahaya Penggunaan AI tanpa Etika, Wapres Gibran: Jangan Dipakai Sebar Hoaks dan Menipu

×

Ingatkan Bahaya Penggunaan AI tanpa Etika, Wapres Gibran: Jangan Dipakai Sebar Hoaks dan Menipu

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN-Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada wartawan.

JAKARTA, METROWakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan tang­gung jawab moral agar tidak disalahgunakan.

Gibran mengingatkan, AI memiliki manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak ne­gatif jika dipakai untuk tindakan yang merugikan.

“Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” kata Gibran dalam unggahan pada media sosial Instagram, Selasa (16/6).

Baca Juga  Jual Motor Curian ke Polisi yang Menyamar, Spesialis Curanmor Lintas Daerah Diringkus Tim Klewang

Ia menegaskan, pemanfaatan kecerdasan bua­tan harus dilandasi nilai in­tegritas dan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar AI tidak digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan ataupun menyerang pihak lain.

“Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gu­nakan AI untuk menjatuhkan orang lain,” tegas Gibran.

Selain itu, putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Wi­dodo (Jokowi) tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan AI untuk meningkatkan kesejahteraan dan mempermudah aktivitas sehari-hari. Ia berharap perkembangan teknologi tidak justru me­micu kekacauan sosial.

Baca Juga  Candu Judi Akhirnya Masuk Bui

“Ke­majuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab,” tuturnya.

Gibran juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar menjadikan AI sebagai sarana untuk meningkatkan krea­ti­vitas dan produktivitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir.

Ia juga menilai, AI seharusnya dipahami sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses belajar dan memudahkan akses pengetahuan.

“Bayangkan AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat, bahkan memahami rumus ma­tematika yang rumit dengan cara yang lebih se­derhana,” pungkasnya. (jpg)