BERITA UTAMA

GMNI Desak Polda Sumbar Berantas Tambang Ilegal, Ungkap Aktor Intelektual dan Pemodal

×

GMNI Desak Polda Sumbar Berantas Tambang Ilegal, Ungkap Aktor Intelektual dan Pemodal

Sebarkan artikel ini
DIALOG— Massa GMNI saat berdialog dengan Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin saat aksi demonstrasi, Senin (8/6).

PADANG, METROMassa  mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar aksi demonstrasi di depan Mar­kas Polda Sumbar, Senin (8/6).

Dalam aksi tersebut, massa menuntut Polda Sumbar mengambil langkah tegas untuk memberantas aktivitas tambang emas ilegal yang  merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masya­rakat. Mereka juga mendesak aparat mengungkap aktor intelektual dan pemodal di balik maraknya tambang ilegal tersebut.

Aksi berlangsung sejak pukul 17.00 itu, diwarnai orasi dari sejumlah peserta aksi dan berlanjut dengan dialog terbuka bersama Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin. Meski diguyur gerimis, mahasiswa tetap bertahan menyampaikan tuntutan mereka.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD GMNI Sumbar, Fikri mengatakan aksi ter­sebut lahir dari keresahan terhadap kerusakan ling­kungan yang diduga dipicu aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Publik berhak mengetahui pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tambang ilegal. Selain itu, masyarakat juga berhak mengetahui siapa pemodal yang diduga berada di balik praktik tersebut,” kata Fikri.

Untuk itu, Fikri  menyampaikan delapan tuntutan kepada Polda Sumbar. Pertama, mendesak kepolisian untuk memberantas aktivitas tambang emas ilegal secara menyeluruh di wilayah Sumbar. Kedua, tidak hanya menangkap pekerja lapangan, tetapi juga mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal.

Baca Juga  Memakai Mukena, Buk Haji Dicekik, Ditinju dan Ditusuk

“Ketiga, meminta aparat penegak hukum melakukan penindakan yang tran­sparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Keempat, mendorong perlindungan terha­dap masyarakat yang me­ng­gantungkan hidup pada sektor pertambangan rak­yat melalui kebijakan yang jelas dan berkeadilan,” ungkap Fikri.

Kelima, kata Fikri, men­desak penghentian penggunaan alat berat di kawasan sungai dan lahan pertanian yang berpotensi merusak lingkungan. Ke­enam, meminta pembentukan satuan atau tim khu­sus yang fokus menangani persoalan tambang ilegal di Sumatera Barat.

“Ketujuh, mendesak pemerintah dan aparat terkait melakukan pemulihan terhadap kawasan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal. Kedelapan, meminta adanya langkah nyata dan terukur dari aparat penegak hukum dalam menyelesaikan persoalan tambang ilegal yang selama ini menjadi per­hatian masyarakat. Ka­mi meminta ke penegak hukhm untuj membuat tim khusus untuk membarantas tambang ilegal di Sumbar,” tuturnya.

Selain itu, GMNI menyampaikan kekecewaan ka­rena Kapolda Sumbar tidak hadir menemui massa secara langsung. Karena itu, ma­hasiswa belum me­nye­rah­­kan tuntutan res­mi dan berencana meng­gelar aksi lanjutan.

Wakapolda Pastikan Tindak Tegas Tambang Ilegal

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin menegaskan pihaknya terus melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal. Namun, menurutnya, proses penindakan menghadapi sejumlah kendala. Luasnya wilayah pengawasan dan mobilitas pelaku menjadi tantangan uta­ma di lapangan.

Baca Juga  Sengketa Hasil Pilkada Pessel, Gugatan Hendrajoni-Hamdanus kembali Kandas di MK

“Penindakan terus dilakukan. Wilayah yang diawasi cukup luas dan pelaku sering berpindah lokasi. Mereka (pelaku) bermain kucing-kucingan,” kata Solihin saat dialog dengan massa GMNI.

Brigjen Pol Solihin juga mengajak mahasiswa melihat langsung proses penertiban di lapangan agar memperoleh gambaran yang utuh mengenai upaya pemberantasan tambang ilegal. Pasalnya, sampai saat ini anggotamasih berada di lapangan dan terus melakukan penindakan,” katanya.

“Kalau ingin melihat ba­gaimana anggota bekerja, silakan turun langsung ber­sama kami. Jangan ha­nya mendengar isu dari orang lain. Anggota kami ma­sih bekerja di lapangan sam­pai sekarang,” tegasnya.

Terkait dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tambang ilegal, Brigjen Pol Solihin menegaskan Kapolda Sumbar telah berkomitmen menindak siapa pun yang terbukti terlibat. Menurutnya, setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang objektif.

“Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang ber­laku.Penertiban telah dila­kukan dan sejumlah aktivitas tambang ilegal telah ditindak. Proses penegakan hukum harus dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Dialog antara mahasiswa dan pihak kepolisian berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Seluruh aspirasi diterima Wakapolda Sumbar, sementara aksi berlangsung tertib, aman, dan kondusif. (*)