BERITA UTAMA

Enam Organisasi Sipil Diperkuat WGM untuk Dukung Perhutanan Sosial di Sumatera

×

Enam Organisasi Sipil Diperkuat WGM untuk Dukung Perhutanan Sosial di Sumatera

Sebarkan artikel ini
COACHING CLINIC— Enam organisasi masyarakat sipil (CSO) penerima hibah WGM mengikuti Coaching Clinic Penguatan Substansi Proposal di Padang, Sumatera Barat, pada 4–6 Agustus 2026.

PADANG, METROEnam organisasi ma­syarakat sipil (Civil Society Organization/CSO) penerima hibah Warsi Grant Management (WGM) mengikuti Coaching Clinic Penguatan Substansi Proposal di Padang, Sumatera Barat, pada 4–6 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Financial Support for Third Parties (FSTP) yang didukung Uni Eropa melalui program CSOs Standing Shoulder to Shoulder in Defense of Forest Livelihoods (STS).

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi agar mampu mengimplementasikan program Perhutanan So­sial secara efektif, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat. Perhutanan Sosial sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan akses legal kepada masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Wakil Direktur KKI WARSI, Rainal Daus, me­ngatakan WGM tidak hanya menyalurkan hibah, tetapi juga membangun kapasitas dan jejaring organisasi masyarakat sipil.

Baca Juga  Tak Terima Orang Tua Dicaci Maki, Leo Saputra Tusuk Korbannya Sebanyak 6 Lubang di Daerah Kota Padang

“Harapannya, ber­bagai persoalan yang di­hadapi masyarakat dapat diubah menjadi peluang melalui Warsi Grant Management. Baik organisasi yang sudah lama maupun yang baru bergabung memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan perubahan,” ujarnya.

Rainal menjelaskan, sekitar 25 organisasi me­ngikuti proses seleksi hibah. Setelah melalui penilaian bersama KKI WARSI, AKSI, dan WALHI, enam organisasi ditetapkan sebagai penerima hi­bah. Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip safeguard dan komunikasi yang baik selama pelaksanaan program.

Selama tiga hari, peserta mendapat pendampi­ngan intensif untuk me­nyempurnakan proposal, mulai dari penyusunan kerangka program, indikator keberhasilan, strategi implementasi, integrasi perspektif pemuda dan kesetaraan gender, hingga perencanaan anggaran yang efektif dan akuntabel.

Perwakilan Yayasan Roehana Independen Indonesia, Syafrida Anggraini, menilai kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pengelolaan hibah, tata kelola keuangan organisasi, serta pentingnya pelibatan perempuan dalam pelaksanaan program.

Baca Juga  Sungai Batang Pangean Meluap, Permukiman Warga Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Sementara itu, Markolinus Sagulu dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai mengatakan Coaching Clinic membantu organisasinya mempertajam strategi advokasi bagi masyarakat adat di Mentawai sehingga implementasi program di lapangan dapat berjalan lebih optimal.

Enam organisasi penerima hibah WGM Tahun 2026 tersebut adalah Yayasan Gerak Cinta Tani dan Wisata (Jambi), Perkumpulan Lestari Alam Laut Untuk Negeri (Bengkulu), Yayasan Mitra Desa (Bengkulu), Yayasan Roehana Independen Indonesia (Sumatera Barat), Yayasan Citra Mandiri Mentawai (Sumatera Barat), dan Yayasan Bina Kelola Lestari (Suma­tera Barat).

Melalui penguatan kapasitas organisasi ma­syarakat sipil, WGM diharapkan mampu mempercepat implementasi Perhutanan Sosial yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkuat tata kelola hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (r)