TANAHDATAR, METRO —Upaya melestarikan adat dan budaya Minangkabau terus dilakukan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar melalui penyelenggaraan Lomba Pidato Alua Pasambahan sekaligus lounching buku Autobiografi Memoar Mustafa Akmal Dt Sidi Ali yang digelar di Gedung LKAAM Tanah Datar, Kamis (6/8).
Kegiatan tersebut diikuti peserta berusia 16 hingga 21 tahun yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar sebagai bagian dari proses regenerasi pewaris adat Minangkabau.
Lomba ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menanamkan ilmu adat kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya yang diwariskan para niniak mamak tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Selain mengasah kemampuan berbicara, peserta juga dituntut memahami tata krama, etika berkomunikasi, serta filosofi yang terkandung dalam tradisi alua pasambahan.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada LKAAM Tanah Datar yang kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba pidato adat merupakan wadah penting dalam menjaga sekaligus memperkuat identitas budaya Minangkabau melalui keterlibatan generasi muda.
“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada LKAAM Tanah Datar yang kali kedua mengadakan Lomba Pidato Adat Pasambahan. Kegiatan ini diikuti seluruh kecamatan di Tanah Datar dengan total 24 regu. Hal-hal seperti ini tentu akan mampu membuat kita bersama menjaga nilai nilai budaya kita,” ujar Ahmad Fadly.
Ia menjelaskan bahwa pidato alua pasambahan bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan sebuah seni bertutur yang membutuhkan kecerdasan, kebijaksanaan, serta kemampuan menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung pihak lain. Kemampuan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini khusus untuk usia 16 sampai 21 tahun. Ini merupakan salah satu bentuk keinginan LKAAM untuk melakukan regenerasi agar kaum muda memahami, mengetahui, dan mampu melaksanakan pidato adat sehingga dapat digunakan dalam berbagai kegiatan adat di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Datuk Andomo mengatakan tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa semangat generasi muda untuk mempelajari adat Minangkabau terus tumbuh. Jika pada pelaksanaan sebelumnya jumlah peserta masih terbatas, tahun ini setiap kecamatan mengirimkan dua regu sehingga total peserta mencapai 24 regu.
“Hanya kami panggil satu per kecamatan pada awalnya. Namun karena antusiasme semakin besar, tahun ini kita adakan dua peserta setiap kecamatan. Alhamdulillah sampai hari ini yang mendaftar sudah 24 grup. Mudah-mudahan adat kita semakin jaya,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan lomba ini dapat terus berkembang hingga melibatkan seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang memahami alua pasambahan, semakin kuat pula keberlangsungan adat Minangkabau di masa mendatang.
“Kami berencana ke depan 75 nagari bisa ikut serta. Kami ingin mengembangkan kemampuan generasi usia 16 sampai 21 tahun agar adat kita jangan sampai habis dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Aresno Datuk Andomo. (ant)






