BERITA UTAMA

Dorong Teluk Tapang Jadi PSN, Gubernur Sumbar Usulkan 3 Program Strategis kepada Menko Perekonomian

×

Dorong Teluk Tapang Jadi PSN, Gubernur Sumbar Usulkan 3 Program Strategis kepada Menko Perekonomian

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7).

JAKARTA, METROGubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, di Gedung Ali War­dha­na, Kementerian Koor­­dinator Bidang Pere­ko­­nomian, Jakarta, Rabu (22/7).

Dalam pertemuan ter­­sebut, Mahyeldi menyampaikan tiga usulan strategis yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumbar, yakni pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), reaktivasi jaringan kereta api, dan percepatan pe­ngem­bangan energi baru terbarukan.

Usulan utama yang disampaikan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat menjadi Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas (Smart Green Industrial Port City) sekaligus diusulkan sebagai PSN. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi yang terintegrasi dengan pelabuhan modern.

“Sumbar memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu me­ning­katkan nilai tambah sum­ber daya alam daerah,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pe­ngem­­bangan sejumlah industri strategis, di antaranya kilang minyak (oil refinery) dan industri biodiesel berbasis minyak sawit men­tah (CPO). Kebe­ra­daan kawasan industri hijau ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, sekaligus membuka lapangan kerja dan men­­dorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Baca Juga  3 Hari Tak Buka Warung, Pria Lansia Tewas Membusuk dalam Rumah di Jorong Cubadak Gadang

Pengembangan Teluk Tapang dinilai memiliki prospek besar karena di­dukung potensi komoditas unggulan Sumbar, khususnya kelapa sawit. Kabupaten Pasaman Barat salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar, sehingga keberadaan pelabuhan baru akan memangkas biaya distribusi hasil perkebunan yang selama ini sebagian besar masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur.

Selain melayani kebutuhan logistik Sumbar, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul logistik kawasan pantai barat Sumatra.  Termasuk bagi wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pemerintah telah memasukkan pem­­bangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang sebagai salah satu proyek strategis yang terus dipersiapkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain pengembangan Teluk Tapang, Mahyeldi juga mengusulkan percepatan reaktivasi kereta api di Sumbar. Menurutnya, penguatan konektivitas melalui transportasi perkeretaapian akan mening­katkan efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang dan komoditas, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan sektor pa­ri­­wisata.

Usulan strategis lainnya percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Mahyeldi menilai Sumbar memiliki potensi besar dalam pengembangan energi ber­sih. Mulai dari tenaga air, panas bumi, hingga energi surya, yang dapat menjadi fondasi bagi pe­ngembangan kawasan industri hijau sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Baca Juga  Pasutri Bawa 2 Anak Terekam CCTV Mencuri Hp di Kafe

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pe­rekonomian RI, Airlangga Hartarto memberikan respons positif. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar menyiapkan berbagai program pembangunan berorientasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah.

Airlangga menyatakan pihaknya akan mengkaji seluruh usulan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, taha­pan perencanaan, dan kewenangan yang dimiliki Kemenko Perekonomian.

Audiensi tersebut men­ja­di bagian dari upaya Pem­prov Sumbar memperkuat sinergi dengan pe­­me­rintah pusat dalam men­dorong percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, penguatan konektivitas, serta pemanfaatan energi bersih sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berke­lanjutan.

Turut hadir mendampingi Gubernur Mahyeldi dalam pertemuan tersebut sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pem­bangunan, Adib Alfikri; Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas DPMPTSP, Luhur Budianda.

Juga hadir, Kepala Dinas Perkimtan, Ahdiyar­syah; Kepala Dinas Kehutanan, Ferdinal Martin; Kepala Dinas ESDM, Helmi; dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto; serta Kepala Badan Penghubung, Fauzan Zaenon. (AD.ADPSB)