BERITA UTAMA

Diterjang Hujan Badai, 20 Rumah di Dua Nagari Rusak, Atap Beterbangan, Satu Warga Luka Terkena Seng

×

Diterjang Hujan Badai, 20 Rumah di Dua Nagari Rusak, Atap Beterbangan, Satu Warga Luka Terkena Seng

Sebarkan artikel ini
RUMAH RUSAK— Kondisi rumah warga yang rusak akibat diterjang hujan lebat dan badai di Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota mengakibatkan puluhan rumah di dua nagari mengalami kerusakan. Bahkan seorang ibu rumah tangga (IRT) luka di bagian kakinya karena terkena seng yang terbang diter­jang badai.

Puluhan rumah tersebut umumnya mengalami kerusakan pada bagian atap.  Dua Nagari yang dilanda bencana tersebut yakni Nagari Tanjuang Ha­ro, Kecamatan Luak serta di Nagari Gurun Kecamatan Harau. Selain menerbangkan atap-atap rumah,  juga terdapat pohon tumbang.

Pascakejadian, masya­rakat dan Pemerintah Nagari serta dibantu TNI dan Polri melakukan evakuasi. Hingga saat ini masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana masih me­numpang di rumah keluarga atau tetangga.

“Memang karena hujan lebat disertai angin kencang di Kabupaten Limapuluh Kota ada dua Nagari yang terdampak bencana. Masyarakat secara swadaya bersama sudah me­lakukan evakuasi. Ada total 20 rumah di Nagari Gurun yang terdampak,” ucap Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Limapuluh Ko­ta, Alfian, Selasa malam (18/8) saat mengunjungi rumah yang terdampak bencana di Nagari Gurun.

Baca Juga  Usai Ditangkap, Deky Ngaku Mencuri 15 Motor, Sasarannya Masjid dan Musala

Lebih jauh ia mengatakan, pasc kejadian Petugas BPBD, Damkar , TNI dan Polri serta unsur Nagari langsung turun kelokasi kejadian.

“Alhamdulillah semua pihak langsung turun usai kejadian untuk membantu masyarakat. Dipastikan tidak ada korban jiwa, namun ada satu orang ibu-ibu yang kakinya terluka dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan,” tambahnya.

Upaya cepat terkait ben­­cana tersebut menurutnya, akan dilakukan kajian cepat untuk menentukan tindakan berikutnya, apakah peristiwa yang terjadi masuk tanggap darurat atau tidak.

“Kita akan kaji cepat, apakah ini masuk tanggap darurat atau dengan penanganan biasa, mudah-mudahan besok kita sudah dapat langsung melakukan upaya apa selanjutnya tercepat untuk membantu masyarakat,” tutup mantan Kadis Damkar dan Pe­nye­lamatan Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Baca Juga  Di Hadapan Hakim MK, Hermansyah ‘Curhat’ Pernah Ditusuk Usai Jadi Saksi

Sementara Wali Nagari Gurun, Irman mengatakan, masyarakat langsung turun untuk membantu korban yang rumahnya rusak. “Data awal kami 20 rumah memang rusak di Nagari Gurun, masyarakat yang terdampak saat ini menumpang dirumah tetangga dan keluarga untuk sementara. Rumah yang rusak umumnya di bagian atap,” ucapnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim menyebut bahwa data lengkap terkait peristiwa yang terjadi akan terus diupdate dan diinformasikan kepada ma­sya­rakat.

“Data yang ada masih bersifat sementara, kami akan terus update dan informasikan kepada ma­syarakat dan kawan-kawan media,” ucapnya.

Seorang saksi mata, Syafri Agusta yang merupakan warga Jorong Lu­buak Jantan Nagari Gurun, menyebut bahwa saat kejadian hujan deras dan peristiwa tersebut terjadi secara mendadak.

“Kejadian menjelang Magrib secara mendadak saat hujan deras disertai angin kencang, peristiwa tersebut merusak rumah masyarakat saat mereka sedang berada didalam rumah,” ceritanya. (uus)