BERITA UTAMA

“Di Bawah Langit Maninjau yang Berduka, Angku Yus Dt. Parpatiah Kembali ke Pangkuan Sang Khalik di Tanah Kelahiran”

×

“Di Bawah Langit Maninjau yang Berduka, Angku Yus Dt. Parpatiah Kembali ke Pangkuan Sang Khalik di Tanah Kelahiran”

Sebarkan artikel ini
PENYELENGGARAAN JENAZAH— Bupati Agam, Benni Warlis turut mengantarkan almarhum salah satu tokoh Budayawan Minangkabau, Angku Yus Dt Parpatiah ke tempat peristirahatan terkahirnya, Minggu (29/3).

AGAM, METRO– Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Agam atas berpulangnya salah satu tokoh Budayawan Minangkabau, Angku Yus Dt Parpatiah.

Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya di Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (29/3).

Almarhum Angku Yus Dt Parpatiah menghembuskan napas terakhir di kediamannya pada pukul 16.30 WIB, Sabtu (28/3) dalam usia 87 tahun. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenal sosoknya sebagai tokoh adat dan panutan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Agam secara langsung melepas keberangkatan jenazah usai dishalatkan, menuju pemakaman.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat dihormati dan dikenal luas, tidak hanya di ranah Minang, tetapi juga hingga ke berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Beliau adalah tokoh Minangkabau yang telah banyak memberikan kontribusi melalui pituah- pituahnya yang sarat makna. Nasihat-nasihat beliau menjadi pedoman hidup bagi banyak orang,” ujar Bupati.

Menurutnya, berbagai karya dan petuah yang ditinggalkan almarhum menjadi warisan berharga yang akan terus hidup di tengah masyarakat. Selama karya-karya tersebut masih dibaca, dihafal, dan diamalkan, maka pahala akan senantiasa mengalir kepada almarhum.

Baca Juga  Geger! Mayat Pria Membusuk di Atas Kasur, Ditemukan Gegara Tetangga Curiga Bau Bangkai, Korban Beberapa Hari Tak Keluar Rumah

“Beliau telah meninggalkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Mudah-mudahan apa yang beliau wariskan dapat terus menjadi pedoman dan inspirasi bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan harapan kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Agam, ia turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

“Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” ujarnya.

Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak, berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (28/3/2026) pukul 16.30 WIB.

Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai maestro gurindam, pituah, petatah-petitih, dan nasihat ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Minangkabau, baik di ranah maupun di rantau.

Semasa hidupnya, Angku Yus dikenal sebagai tokoh yang konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta kearifan lokal Minangkabau.

Baca Juga  Pesisir Selatan Gaet Investor Jepang, Siap Kembangkan Energi Terbarukan hingga Pariwisata

Melalui karya-karyanya dalam bentuk rekaman kaset dan video, ia berhasil menyebarkan pesan adat dan filosofi kehidupan Minangkabau hingga ke berbagai pelosok, bahkan menjangkau perantauan Minang di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Pituah dan nasihatnya dikenal mampu menyentuh hati serta memperkuat jati diri generasi muda Minangkabau.

Gurindam yang disampaikannya tidak hanya menjadi pengingat akan nilai adat, tetapi juga menjadi pengobat rindu bagi masyarakat rantau terhadap kampung halaman.

Dalam perjalanan hidupnya sebagai tokoh adat, Angku Yus juga pernah menyandang gelar Angku Yus Bandaro Bodi setelah jabatan penghulu sebagai pimpinan pucuk suku Caniago di Sungai Batang diserahkan kepada kemenakannya.

Semasa hidup, rumah beliau di Sungai Batang kerap menjadi tempat belajar bagi masyarakat yang ingin mendalami adat Minangkabau.

Banyak ninik mamak dan generasi muda datang untuk berdiskusi, menggali ilmu adat, serta memperkuat pemahaman tentang falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”

Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia adat dan budaya Minangkabau. Doa pun mengalir agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik. (rom)