BERITA UTAMA

Dari Hal Kecil untuk Manfaat lebih Besar, Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Hadirkan Program 1 Rumah 1 Komposter

×

Dari Hal Kecil untuk Manfaat lebih Besar, Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Hadirkan Program 1 Rumah 1 Komposter

Sebarkan artikel ini
PROGRAM— Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu berupaya membangun budaya peduli lingkungan di tengah-tengah masyarakat dengan menghadirkan Program 1 Rumah 1 Komposter.

SOLOK, METROMembangun budaya pe­duli lingkungan di tengah-tengah masyarakat menjadi perhatian Ny. Nia Jon Firman Pandu. Selaku Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, dirinya tak henti-hentinya berupaya mendorong masyarakat untuk ber­ino­vatif dengan me­man­faat­kan bahan yang ada di sekitar lingkungan masya­rakat itu sendiri.

Menyadari persoalan sampah menjadi keresahan masyarakat belakangan ini, Nia berpikir pentingnya mengurangi sampah dari sumber sampah itu sendiri. Apalagi sampah yang berasal dari rumah tangga menjadi penyumbang cukup besar selain pasar dan tempat lainnya.

Bagi Nia, sampah bukan lagi sesuatu yang men­­jijikan, akan tetapi sam­­pah memiliki nilai eko­nomis jika dimanfaatkan secara tepat. Bukan saja pengelolaan sampah dengan tepat guna juga me­nyelamatkan ling­kungan dari bencana.

Di sini menurut Nia, perlunya memperkuat budaya pemilahan sampah di ma­sya­rakat sebagai langkah awal dalam mewujudkan pe­ngelolaan sampah yang ber­kelanjutan. Upaya pengu­rangan sampah organik terus didorong, salah satunya melalui motode komposter.

Sebagai aksi nyata, Nia mendorong mengurai persoalan sampah dari hulu dengan mencanangkan gerakan Program 1 Rumah 1 Komposter di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah nyata da­lam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat ma­sya­rakat.

Baca Juga  Berawal Amankan Pemakai, Tim Rajawali Ringkus Pengedar

“Kita berharap pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos juga bernilai eko­no­mis, sehingga sampah ti­dak langsung berakhir di tem­pat pembuangan akhir,­­” ujarnya.

Melalui program ini diharapkan masyarakat semakin aktif memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Serta menjadi ruang edukasi sekaligus contoh praktik pengelolaan sampah organik yang mu­dah diterapkan di lingkungan sekitar.

Selain itu Program 1 Rumah 1 Komposter merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran ma­sya­rakat dan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan dan de­dau­nan dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Dalam mengatasi persoalan sampah Nia Jon Firman Pandu menyadari be­tul membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Dia meyakinkan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Dengan adanya satu komposter di setiap rumah, dia berharap sampah organik tidak lagi seluruhnya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.

Baca Juga  HJK Padangpanjang ke-233, Pj Wako Sonny Budaya Putra: Maknai HJK Sebagai Spirit Menjawab Tantangan Masa Depan

Ia juga mengajak ma­sya­rakat untuk membangun kebiasaan memilah, mengolah dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan partisipasi masyarakat.

Lebih jauh Nia berpandangan, melalui Program 1 Rumah 1 Komposter juga dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman, sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk ta­naman pekarangan mau­pun sektor pertanian ma­syarakat.

“Ini bukan hanya tentang komposter, tetapi tentang membangun budaya peduli lingkungan. Kalau dimulai dari satu rumah, kemudian dilakukan oleh seluruh rumah, insyaallah dampaknya akan besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Solok,” tambahnya.

Melalui Program 1 Rumah 1 Komposter, diha­rap­kan semakin banyak ke­luarga yang mampu me­ngo­lah sampah organik secara mandiri, sehingga volume sampah yang di­buang dapat dikurangi dan lingkungan Kabupaten Solok semakin bersih, sehat serta lestari. (**)