BUKITTINGGI, METRO–Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Pedagang Pasar Bawah Bersatu dengan ikut memeriahkan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus menggelar kegiatan silaturahmi di kawasan Pasar Bawah, Senin (22/6).
Ketua Pedagang Pasar Bawah Bersatu, Medi Adrianto, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya baru terbentuk sekitar satu tahun terakhir. Meski masih tergolong baru, berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan telah berhasil dilaksanakan berkat dukungan serta bimbingan sejumlah anggota DPRD Kota Bukittinggi.
“Kami mulai kegiatan dengan mengumpulkan donasi dan memberikan bantuan kepada korban bencana, menyerahkan 4.000 nasi bungkus ke Malalak, membagikan 3.000 paket takjil serta memberikan santunan kepada anak yatim. Kemudian, setiap hari pasar para pedagang juga menggunakan seragam,” ujar Medi.
Selain kegiatan sosial, Pedagang Pasar Bawah Bersatu juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai instansi untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.
Salah satu program yang dijalankan adalah pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang dilaksanakan setiap bulan. Organisasi tersebut juga menjalin kemitraan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dalam rangka menyambut peringatan 100 Tahun Jam Gadang, para pedagang turut melakukan aksi gotong royong membersihkan dan mempercantik kawasan Pasar Bawah.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memberikan apresiasi atas berbagai kegiatan positif yang dilakukan para pedagang Pasar Bawah. Menurutnya, kontribusi pedagang tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat luas.
Ramlan juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi pada tahun 2026 memfokuskan perhatian pada program pembenahan pasar tradisional. Khusus untuk Pasar Bawah, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program perbaikan infrastruktur yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Untuk Pasar Bawah, tahun ini akan dilakukan pembenahan drainase, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan lantai dan atap. Kita akan mempertahankan sistem perdagangan tradisional yang sudah ada, namun tentu ada yang perlu dirapikan dan ditata lebih baik,” ungkapnya.
Ramlan menegaskan bahwa Pasar Bawah memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat perdagangan yang menopang kebutuhan masyarakat Kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya.
Karena itu, berbagai upaya pembenahan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para pedagang sebagai mitra utama pemerintah. “Kedepan tentu akan kita bicarakan bersama para pedagang, khususnya organisasi Pedagang Pasar Bawah Bersatu, mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk kemajuan Pasar Bawah,” tambahnya. (pry)






