BERITA UTAMA

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kabupaten Agam

×

Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini
TEWAS TENGGELAM— Tim gabungan melakukan pencarian terhadap korban Amanda yang tenggelam di Sungai Batang Tiku, Agam, hingga ditemukan meninggal.

AGAM,METRO–Bermain bersama adiknya, seorang bo­cah berusia 10 tahun hanyut terbawa deras­nya arus dan tenggelam di Sungai Ba­tang Tiku, Jorong Durian Kapeh, Nagari Du­rian Kapeh, Kecamatan Tanjung Mutia­ra, Kabupaten Agam, Minggu (13/8) sekitar pu­kul 10.00 WIB. Peristiwa itupun sempat menggemparkan warga setempat.

Seketika, warga bera­mai-ramai bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap kor­ban bernama Amanda de­ngan menyisiri aliran su­ngai. Beberapa jam mela­kukan pencarian, korban bernama Amanda berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada sore harinya.

Kapolsek Tanjung Mu­tiara  Iptu Nofriandi me­ngatakan, sebelum terse­ret arus, korban sempat bermain dan mandi-mandi bersama adiknya di sungai tersebut tanpa penga­wa­san maupun sepenge­ta­huan orang tuanya. Menu­rutnya, lokasi kejadian be­rada tidak jauh dari rumah­nya.

Baca Juga  Tak Dapat “Jatah” dari Istri, Putri Kandung Dicabuli, Pelaku Ngaku Berbuat Dua Kali di Rumah, Terbongkar usai Korban Ngadu ke Ibu

“Awalnya bocah ma­lang tersebut bersama sang adik bermain dan mandi-mandi di sungai itu. Saat masuk dan berendam ke sungai, korban ternyata tidak muncul lagi ke per­mukaan karena hanyut terbawa arus sungai dan tenggelam,” ungkap Iptu Nofriandi.

Dijelaskan Iptu Nof­riandi, musibah hanyutnya korban diketahui orang banyak setelah adiknya berteriak minta tolong. Saat itu sang adik mene­riakkan bahwa kakaknya hilang dan tenggelam di sungai itu.

“Mendengar teriakan adik korban meminta to­long, warga sekitar berda­tangan dan berupaya men­cari korban dengan menyu­suri aliran sungai. Kami baru menerima laporan kejadian sekitar dua jam kemudian,” katanya.

Baca Juga  Bocah 12 Tahun Diperkosa di Kuburan, Kabupaten Kepu­lauan Mentawai, Modusnya Bujuk Korban Jemput Kue

Mendapat laporan itu,  dikatakan Iptu Nofriandi, pihaknya bersama BPBD Agam langsung turun ke lokasi membantu penca­rian. Bersama tim gabu­ngan dari TNI/Polri, Satpol PP dan Damkar, PMI, pe­mer­intah kecamatan, na­gari berserta masyarakat dengan menyisir dan me­nyilami sungai tersebut.

“Setelah berusaha ke­ras mencari selama lebih kurang 5 jam, tim gabungan akhirnya menemukan kor­ban sekitar pukul 15.05 WIB. Korban hanyut sejauh sekitar 5 meter dari posisi awal tenggelam dan dite­mukan tersangkut di kayu di dasar sungai. Saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah duka,” pungkas­nya. (pry)