BERITA UTAMA

Berenang Sepulang Sekolah Berujung Maut, Pelajar SMK Tewas Tenggelam Digulung Ombak

×

Berenang Sepulang Sekolah Berujung Maut, Pelajar SMK Tewas Tenggelam Digulung Ombak

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pelajar SMK yang tewas tenggelam akibat digulung ombak di Pantai Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

PARIAMAN,METRONasib tragis dialami salah seorang siswa SMK 3 Pariaman asal Padang Alai, Kabupaten Padangpariaman. Pasalnya, ia sempat dilaporkan hilang tenggelam akibat digulung ombak saat berenang bersama temannya di kawasan Pantai Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Jumat sore (7/8).

Sayangnya, usai dilakukan pencarian beberapa menit, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban bernama Farid (15) dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat lalu dieva­kuasi ke RSUD Kota Pariaman.

Kepala Kantor SAR Pa­dang, Abdul Malik, mengonfirmasi penemuan korban tersebut menyusul laporan cepat (quick action) yang ditindaklanjuti oleh tim rescuer Kantor SAR Padang bersama unsur SAR gabungan di la­pangan.

“Korban atas nama Fa­rid (15), seorang pelajar SMK 3 Pariaman asal Pa­dang Alai, Kabupaten Pa­dang Pariaman, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 18.08 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Abdul Malik.

Baca Juga  3 lagi Pasien Positif Covid-19 di Sumbar Meninggal, Totalnya sudah 2.168 orang

Ia merinci, peristiwa nahas tersebut bermula korban bersama rekan-rekannya sedang mandi-mandi seusai pulang se­kolah sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, tiba-tiba ada ombak besar yang menghantam korban hingga korban terseret ke tengah lalu hilang tenggelam.

“Teman korban kemudian melaporkan kepada warga setempat bahwa korban terbawa arus dan hanyut. Informasi tersebut diteruskan oleh pihak PMI kepada Kantor SAR Padang pada pukul 17.15 WIB,” jelas Abdul Malik.

Merespons laporan ter­sebut, kata Abdul Malik,­Kantor SAR Padang langsung mengerahkan delapan personel rescuer m­e­nuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) yang berjarak sekitar 38 kilometer dari markas dengan waktu tempuh darat kurang lebih satu jam.

“Tim tiba di lokasi pada pukul 18.02 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur yang telah berada di lapangan. Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alut utama, termasuk Rescue Car Double Cabin, LCR, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta alat deteksi bawah air Aqua Eye dan Drone Thermal,” jelas dia.

Baca Juga  Tiga Rumah Membara di Pessel

Menurut Abdul Ma­lik,­berkat kesigapan tim dan unsur yang terlibat, yang terdiri dari Kantor SAR Padang, BPBD Kota Pariaman, TNI/Polri, PMI, Tagana, Pol PP, nelayan setempat, serta masyarakat, korban akhirnya ditemukan.

“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Pariaman. Pada pukul 18.25 WIB, kami telah me­lak­sanakan debriefing bersama unsur-unsur yang terlibat, dan operasi SAR resmi ditutup serta seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya. (*)