SIJUNJUNG, METRO–Bupati Sijunjung Benny Dwifa mengatakan akan mengoptimalkan dan memberikan dukungan penuh untuk renovasi Masjid Istiqomah, Muaro Sijunjung yang merupakan salah satu masjid tua dan bersejarah yang terletak di ibukota Kabupaten Sijunjung.
Bupati Sijunjung didampingi sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab Sijunjung, meninjau langsung progres renovasi Masjid pada Kamis (7/5). Kedatangan itu sebagai bentuk perhatian dan dukungan.
Pemkab Sijunjung berkomitmen Pemkab Sijunjung agar masjid kembali berdiri megah dan nyaman digunakan masyarakat beribadah. “Kita akan optimalkan perhatian untuk pembangunan masjid tua ini,” ujar Benny Dwifa.
Tak hanya memberikan dukungan materil, Pemkab Sijunjung juga mendorong bantuan moril melalui program pembangunan partisipatif berbasis gotong royong yang melibatkan OPD.
Bupati berharap pembangunan masjid berjalan lancar hingga tuntas. Menurutnya, Masjid Istiqomah memiliki nilai sejarah yang tinggi dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata religi di pusat Kabupaten Sijunjung.
“Semoga setelah selesai nanti masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk, serta Masjid Istiqomah menjadi kebanggaan masyarakat Sijunjung,” harapnya.
Pengurus Masjid Istiqomah, Murdi Tuan Peto Garang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
“Dengan hadirnya pak Bupati, tentu ini menjadi semangat bagi kami dalam melaksanakan pembangunan masjid,” ungkapnya.
Disampaikannya, total anggaran renovasi Masjid Istiqomah diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 30 persen dengan dana terserap sekitar Rp3,5 miliar.
Untuk diketahui, Masjid Istiqomah memiliki sejarah panjang. Rumah ibadah itu dibangun sekitar tahun 1905 oleh Syekh Abdul Wahab bersama masyarakat setempat di atas tanah ulayat suku Patopang yang diwakafkan oleh Datuak Latik Lelo Panjang.
Sejak mulai digunakan sekitar tahun 1910 hingga sekarang, khutbah Jumat di masjid tersebut tetap menggunakan bahasa Arab.
“Semenjak masjid ini berdiri dan siap dipakai sekitar tahun 1910, khutbah Jumat sudah menggunakan bahasa Arab sampai sekarang,” jelasnya.
Pihak pengurus juga mengajak masyarakat, para perantau, dan donatur untuk bersama-sama berinfak demi kelanjutan pembangunan masjid bersejarah tersebut. (ndo)






