BERITA UTAMA

Bedah Buku Mitigasi Kultural IKA UA, Referensi Memperkuat Literasi Kebencanaan, Pesan Mitigasi Melalui Tradisi, Nilai Adat dan Kesenian

×

Bedah Buku Mitigasi Kultural IKA UA, Referensi Memperkuat Literasi Kebencanaan, Pesan Mitigasi Melalui Tradisi, Nilai Adat dan Kesenian

Sebarkan artikel ini
BEDAH BUKU— Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3).

AZIZ CHAN, METROWali Kota Padang Fadly Amran, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3).

Buku setebal 272 halaman itu ditulis oleh Yose Hendra, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). Karya ini mengkaji berbagai praktik pengetahuan lokal masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi ancaman bencana.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap karya literasi yang mengangkat perspektif budaya dalam kebencanaan. Me­nurutnya, pendekatan kultural menjadi bagian pen­ting yang tidak dapat di­pisahkan dari strategi mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan tradisi dan nilai adat seperti Sumatera Ba­rat.

“Buku ini menjadi referensi penting untuk memperkuat literasi kebencanaan, sekaligus menghi­dupkan kembali peran budaya sebagai fondasi ketangguhan masyarakat. Mi­tigasi bencana tidak hanya soal teknologi, tetapi juga memerlukan kekuatan budaya dan nilai-nilai lokal dalam membangun ketahanan masyarakat,” ujar Fadly Amran dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Kekerabatan Antro­pologi Universitas Andalas (IKA UA) itu.

Baca Juga  Motor Mahasiswa Diembat di Orgen Tunggal

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus mendukung tumbuhnya karya literasi, khususnya dari para penulis lokal.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung para penulis melalui ber­bagai program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Kegiatan literasi seperti ini perlu digalakkan untuk menumbuhkan semangat menulis sekaligus memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat,” tukas Wali Kota.

Ketua IKA FISIP Unand, Yefri Heriani, mengatakan kegiatan bedah buku ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masya­rakat mengenai mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.

Baca Juga  Dalam Empat Bulan, Polda Sumbar Tindak 6 Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi

“Gaya penulisan buku ini sangat antropologis, sehingga layak untuk dibedah dan didiskusikan. Buku ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai etalase bencana,” katanya.

Sementara itu, Yose Hendra mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan hasil dari kajian yang dilakukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang memiliki tradisi dan nilai adat dalam meng­hadapi bencana.

“Buku ini menunjukkan bahwa pesan mitigasi da­pat disampaikan melalui tradisi, nilai adat, hingga kesenian. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dan ma­syarakat dalam memba­ngun kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana,” terangnya.

Kegiatan bedah buku tersebut diikuti oleh para akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang antusias mendiskusikan gagasan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (oza)