PESSEL METRO—Rencana aksi unjuk rasa ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang tak terima dirumahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel), batal dilaksanakan.
Pasalnya, pada Selasa (14/4), para nakes yang ingin menyampaikan tuntutannya terkait status mereka, bertemu langsung dengan Bupati Pessel Hendrajoni di kediaman rumah dinas bupati.
Dalam pertemuan tatap muka itu, hanya diwakili enam orang perwakilan nakes, dan turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pessel, Kadis BKSDM Pessel, dan Kaban Kesbangpol.
Sementara itu ratusan tenaga kesehatan yang dirumahkan menunggu di halaman rumah dinas bupati. Mereka berharap ada solusi dan kabar baik dari pertemuan perwakilan bersama Bupati Pessel.
Ketua Aliansi Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan Revilla Nova Amin, SKM mengatakan, pihaknya menyamapaikan lima tuntutan kepada Bupati Pessel Hendrajoni.
“Kami bermohon bisa kembali bekerja di instansi masing – masing, nakes tidak menuntut gaji,” kata Revilla.
Selain itu, kata Revilla, pihaknya menuntut dipekerjakan kembali karena daerah lain tidak ada yang merumakan nakes dan tenaga honorer yang belum diangkat jadi P3K, dan P3K paruh waktu.
“Kami juga bermohon didata kembali dan diusulkan jadi P3K dan P3K paruh waktu jika ada peluang seperti daerah lain,” tutur dia.
Usai pertemuan bersama bupati,Revilla mnemastikan tuntutan tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan telah diakomodir dan disetujui oleh Bupati Pesisir Selatan.
“Pak Bupati Hendrajoni setuju mengembalikan tenaga kesehatan yang dirumahkan kembali ke istansi masing-masing. Pemda Pessel melalui Dinkes mengeluarkan surat ke masing-masing instansi agar kami kembali bekerja. Jumlah tenaga kesehatan yang dirumahkan yaitu 120 orang,” tegas dia.
Revilla mengakui, pihaknya tidak ada menuntut gaji. Terpneting, mereka bisa kembali bekerja dan hal itu sudah diakomodir oleh Bupati Hendrajoni.
“Teman-teman nakes honorer yang dirumahkan menyambut positif, serta berterima kasih Pak Bupati Hendrajoni yang telah mengambil kebijakan dengan memperbolehkan tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan masuk kembali bekerja,” tuturnya.
Usai pertemuan siang itu, Alisiansi Tenaga Kesehatan Honorer yang dirumahkan membubarkan diri, dengan wajah sumringah dengan harapan lebih baik ke depan. (rio)






