PAYAKUMBUH/50 KOTA

341 Siswa MTsN 1 Payakumbuh Ikuti Wisuda Tahfidzul

×

341 Siswa MTsN 1 Payakumbuh Ikuti Wisuda Tahfidzul

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Kepala Kanwil Kemenag Sumbar saat berpoto bersama wisuda tahfidz di MTsN 1 Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Sebanyak 341 siswa hafidz dan hafidzah me­ngikuti Wisuda Tahfidz MTsN 1 Payakumbuh Ta­hun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di aula madrasah tersebut, Rabu (12/5/). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wi­layah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa yang memberi pesan khusus kepada para wi­sudawan agar tidak berhenti belajar setelah me­nyelesaikan hafalan.

Dalam sambutannya, Mustafa mengingatkan bahwa wisuda bukan garis akhir bagi para penghafal Al-Qur’an. Justru setelah prosesi itu, tantangan sebenarnya dimulai, yakni menjaga hafalan agar te­tap melekat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Janganlah putus asa untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi. Wisuda ini bukan akhir perjalanan kalian, melainkan awal. Perjuangan sesungguhnya adalah menjaga hafalan atau murajaah agar tetap melekat dalam ingatan dan me­ngamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah generasi Qur­’ani yang berakhlak mulia,” kata Mustafa di hadapan ratusan siswa dan orang tua yang memenuhi aula.

Kehadiran Kakanwil Kemenag Sumbar dalam kegiatan itu menjadi penegasan perhatian Kemen­terian Agama terhadap penguatan pendidikan ke­agamaan di madrasah. Program tahfidz yang dijalankan madrasah dipandang sejalan dengan upa­ya Kementerian Agama dalam membentuk ge­nerasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an.

Baca Juga  Layani Pemudik di Limapuluh Kota, BPBD Dirikan Tenda di Rest Area

Mustafa hadir didam­pingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Nursofia Mustafa. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Hendri Yazid beserta jajaran, kepala madrasah se-Kota Payakumbuh, serta para orang tua siswa. Rombo­ngan disambut langsung Kepala MTsN 1 Payakumbuh, Ermita bersama jajaran guru.

Pada kesempatan itu, Mustafa juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini men­dampingi siswa menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, proses membentuk hafidz tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan kesabaran panjang dari para pendidik. “Terima kasih atas dedikasi dan kesabaran Bapak dan Ibu guru dalam membimbing siswa hingga mam­pu menghafal Al-Qur’an. Dedikasi itu menjadi investasi akhirat yang tidak terputus,” ujarnya.

Baca Juga  Pelanggaran Lalin Didominasi Usia Muda 

Ia juga memberi penghargaan kepada para orang tua yang terus mendukung anak-anak mereka dalam proses belajar dan menjaga hafalan. Du­kungan keluarga, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting lahirnya generasi Qur’ani di ling­kungan madrasah. Selain prosesi wisuda tahfidz, kegiatan di MTsN 1 Payakumbuh itu juga dirangkai dengan peluncuran IT Board dan media pembelajaran Pijar E-Disiplin Siswa. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya madrasah mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif dengan per­kembangan teknologi, tan­pa meninggalkan penguatan pendidikan agama sebagai fondasi utama. (uus)