METRO PESISIR

Huntap Mandiri Korban Bencana Mulai Dibangun di Desa Sintuak

×

Huntap Mandiri Korban Bencana Mulai Dibangun di Desa Sintuak

Sebarkan artikel ini
PEMBANGUNAN HUNTAP— Rumah contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri untuk warga bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman mulai dibangun. Pembangunan huntap ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sestama BNPB Rustian yang didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara.

PARIAMAN, METRO–Rumah contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri untuk warga Bencana Hi­dro­meteorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun. Pem­­bangunan Huntap di­tandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama (Sestama) Ba­dan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian yang didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Dalam sambutannya, Sestama BNPB, Rustian turut prihatin atas musibah yang menimpa Emridona, salah satu warga yang terdampak Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman yang mendapatkan bantuan Huntap. Rustian menekankan pentingnya konsep Multi-Helix dalam penanganan bencana. Stra­tegi ini melibatkan lima pilar utama, yaitu Pemerintah, Akademisi,  dunia usaha, Komunitas/Masya­ra­kat dan Media.

“Pemerintah tidak be­kerja sendiri.  Kami memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh siklus pemulihan selesai. Salah satu poin menarik dalam pembangunan Huntap di Kota Pariaman adalah penggunaan tek­nologi rumah sapa block. Material ini diklaim memi­liki kualitas tinggi, lebih aman, dan nyaman untuk dihuni. Kota Pariaman men­jadi daerah pertama yang menerapkan model hunian dengan teknologi ini, yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Barat dan Indonesia, “ ujarnya.

Baca Juga  Koperasi Konsumen NU Padangpariaman Dilaunching

Pemerintah memiliki peran sentral sebagai penanggung jawab utama penanggulangan bencana di tingkat pusat maupun dae­rah. Salah satu bentuk tanggung jawab Pemerintah Pusat adalah menyiapkan regulasi, kebijakan, dan infrastruktur untuk penanganan darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dan BNPB bekerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk memastikan penyaluran bantuan dan pembangunan kembali area terdampak berjalan lancar.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas bantuan yang telah diberikan kepada Kota Pa­riaman. “Hari ini adalah momen yang bersejarah dan penuh harapan. Peletakan batu pertama rumah contoh hunian tetap (Huntap) mandiri type 36 ini me­rupakan simbol nyata dari berakhirnya masa darurat dan pengungsian, serta dimulainya fase pemulihan kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh. Kami memahami, ben­cana yang lalu meninggalkan duka mendalam. Namun, pemerintah berkomitmen penuh untuk me­lakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, “ ungkapnya.

Baca Juga  Kegiatan Karya Bhakti TNI Semester II 2018 Usai, Danlantamal II Resmikan Monumen dan Perbaikan Makam Pejuang

Pembangunan contoh Huntap Mandiri ini juga didukung oleh sapa block Semen Padang Indonesia. Untuk Kota Pariaman, Data penerima bersifat fleksibel,  masyarakat di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor yang merasa terancam dapat mengusulkan diri untuk program Hunian Te­tap (Huntap) Mandiri ini melalui BNPB. Program ini merupakan aksi cepat hasil pertemuan Pemerintah Kota Pariaman dengan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB pada Tanggal 27 April lalu.

“Untuk saat ini baru 1 unit huntap mandiri yang kita bangun, namun apabila masyarakat Kota Pariaman yang merasa terancam dengan kondisi rumah pasca Bencana Hidrometeorologi, bisa melaporkan ke BPBD Kota Pariaman dan akan kita usulkan pembangunan huntap dengan sya­rat menyediakan lokasi tanah tempat pembunganan huntap,” tutupnya. (efa)