BERITA UTAMA

Alami KDRT dan Terlantar, Pemkab Agam Fasilitasi Kepulangan Elsa ke Jawa Barat

×

Alami KDRT dan Terlantar, Pemkab Agam Fasilitasi Kepulangan Elsa ke Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
KORBAN TERLANTAR— Pemkab Agam melalui Dinsos bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Agam memfasilitasi pemulangan seorang perempuan terlantar bernama Elsa Saputri ke kampung halamannya di Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Agam kembali memfasilitasi pemulangan seorang perempuan terlantar bernama Elsa Saputri ke kampung halamannya di Nara­wita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Elsa dipulangkan setelah mendapatkan pendam­pingan dari Pemerintah Kabupaten Agam me­nyusul kondisi yang dialaminya akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta keterbatasan biaya untuk kem­bali ke daerah asal.

Penanganan Elsa bermula dari laporan masya­rakat yang diteruskan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Matur, Hasan Basri kepada Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera menjemput Elsa dan membawanya ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam di Lubuk Basung pada Rabu siang untuk mendapatkan perlindungan sementara.

Berdasarkan ketera­ngan yang disampaikan kepada petugas, Elsa mengaku mengalami dugaan KDRT yang dilakukan suaminya. Karena tidak sanggup lagi bertahan, ia meninggalkan tempat tinggal­nya di Pekanbaru dan menuju rumah keluarga suaminya di wilayah Kabupaten Agam.

Baca Juga  Fakta Miris Skandal Pungli di Rutan KPK, Tarif Bawa Ponsel Rp 10-20 Juta, Ngecas Rp 200 Ribu

Namun, kondisi yang diharapkan membaik justru kembali memburuk. S­e­telah hampir dua bulan tinggal di rumah mertuanya di Kecamatan Matur, Elsa mengaku kembali me­ngalami kekerasan hingga akhirnya diminta meninggalkan rumah tersebut.

Dalam kondisi tanpa biaya dan tidak memiliki tempat tujuan, warga sekitar kemudian membantu melaporkan kondisi Elsa kepada Dinas Sosial Agam agar segera mendapatkan penanganan.

Kepala Bidang Rehabi­litasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama Baznas Agam untuk membantu proses pemulangan Elsa.

“Pagi ini kami bersama pekerja sosial (Peksos), Erizal dan Windra Fitri, mengantarkan Elsa ke loket Bus MPM untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Barat. Kami juga menitipkan kepada sopir bus agar ikut membantu memastikan kea­manan dan kenyamanan selama perjalanan,” ujarnya.

Selama berada di Kantor Dinas Sosial Agam di Lubuk Basung, Elsa mendapatkan pendampingan dan perlindungan dari petugas sosial agar merasa aman sebelum dipulangkan.

Baca Juga  PLN Lakukan Koordinasi dengan Kementrian ATR/BPN dan BKPM terkait Proses Input KKPR ke dalam Aplikasi OSS.

“Selama di Dinas So­sial, yang bersangkutan mendapatkan perlakuan yang baik dan pendampi­ngan dari petugas kami agar merasa aman dan nyaman sebelum dipulangkan,” tambah Hasneril.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Agam Villa Erdi menegaskan pihaknya akan terus memperkuat respons cepat terhadap berbagai laporan sosial yang membutuhkan pe­nanganan segera.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dan TKSK yang cepat melaporkan kondisi ini. Pena­nganan sosial membutuhkan kolaborasi agar warga yang mengalami persoalan berat tidak merasa sendirian,” katanya.

Pemulangan Elsa diharapkan menjadi awal baru untuk memulihkan kondisi psikologis dan sosialnya bersama keluarga di kampung halaman.

Pemerintah Kabupaten Agam juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan warga terlantar maupun korban kekerasan yang membutuhkan bantuan sosial dan perlindu­ngan. (pry)