PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Polsek Suliki Gelar Sunatan Massal

×

Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Polsek Suliki Gelar Sunatan Massal

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO
Menjelang puncak Hari Bhayangkara ke-74, Polsek Suliki menggelar sunatan masal untuk anak-anak diwilayah hukum Polsek Suliki, Senin (29/6) di aula kantor Polsek Suliki.

Menggandeng UPTD Puskesmas Suliki, UPTD Puskesmas Banja Loweh, UPTD Puskesmas Baruah Gunuang, UPTD Puskesmas Maek, UPTD Puskesmas Kototinggi dan Koramil 03 Suliki, 16 orang anak-anak sukses di khitan dalam aksi Sosial ini.

Kapolsek Suliki IPTU Rika Susanto yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Ranting Suliki, Ny.Gemelia R Susanto menyebut bahwa aksi sosial dalam rangka hut bhayangkara ke-74 tahun, sengaja menggelar bakti sosial sunatan masal.

Baca Juga  STIH Putri Maharaja Jalin MoU dengan STKIP Abdi Pendidikan

“Kegiatan bakti sosial ini dilangsungkan selain dari memperingati hari Bhayangkara yang ke 74, juga mempermudah masyarakat yang akan melangsungkan Khitanan, sebab selain biaya Sunatan/khitanan yang lumayan merogoh kocek, masyarakat juga sedang menghadapi kesulitan ekonomi  di masa Pandemi Covid-19,” terang Kapolsek Suliki, Polres Limapuluh Kota, Iptu Rika Susanto, Senin (29/6) disela-sela menggelar bakti Sosial sunatan masal.

Dalam Kegiatan ini Bhayangkari Ranting Suliki juga ikut andil dalam kegiatan Bakti Sosial Sunatan Massa, dimana Anak -anak yang selesai dikhitan/disunat diberi bingkisan/hadiah yang langsung diserahkan oleh Ketua Bhayangkari Ranting Suliki,Ny. Gemlia R Susanto.

Baca Juga  Lebih dari 100 Usulan Prioritas Mengemuka di Musrenbang Latina, LATINA, METRO

“Bakti Sosial ini dilangsungkan dengan protokol Kesehatan covid-19 ,dengan cara petugas dan yang ikut sunatan massal tetap memakai masker dan menjaga jarak,” jelas Ny.Gemelia R Susanto.

Para Orang tua dan anak-anak yang dikhitan, mengaku senang. Disamping gratis, juga diberi hadiah menarik dan bermamfaat bagi anak-anak. Selain itu, kegiatan khitan masal ini jelas meringankan beban para orangtua yang anaknya dikhitan. Apalagi dimasa pendemi ini ekonomi masyarakat sedang sulit dan mandeg. (us)