SAWAHLUNTO, METRO— Beragam budaya menyatu di malam itu. Pagelaran Kuda Kepang mengawali Festival Budaya Sikalang. Dentang gamelan mengiringi hentakan kaki dan gerakan penari kuda kepang.
Pagelaran ragam seni tari dan musik hingga kuliner tradisional tampil diperagakan Warga Desa Sikalang, Talawi , Sawahlunto, Kamis (17/9/) malam itu.
Lalu, berlanjut tari kolosal ditampilkan anak muda Sikalang. Ratusan pasang mata menyaksikan pagelaran musik tradisional di pusat kesenian masyarakat Desa Sikalang.
“Di Festival Budaya Sikalang ini, kami ingin memperlihatkan keberagaman budaya menyatu bersama warga di desa ini,” ujar Kepala Desa Sikalang, Lambang Wicaksno.
Tampil malam itu Tari Batik yang memperlihatkan telah lahir kerajinan batik di Desa Sikalang dengan penampilan corak dan motif tersendiri. Keberagaman semakin menampakan di ujung malam dengan tampilnya barzanji dan rebana.
Malam itu pula, pengunjung diajak ke tanah batak dengan penampilan tari Tor-tor yang diperagakan orang muda Desa Sikalang. Di sela hiburan itu, para ibu-ibu membawa nampan berisikan kue makanan tradisional seraya mempersilahkan pengunjung yang hadir mengambil. “Silakan dicicipi makanan nya pak dan ibu,” tuturnya.
Musik keroncong mendayu merdu mengantar penghujung malam. Sebut saja lagu Di Bawah Sinar Bulan Purnama, Sapu Tangan dan Bandar Jakarta pun turut dinyanyikan. Sekaligus menjadi agenda penutup Festival Budaya Sikalang.(pin)






