BERITA UTAMA

86 Siswa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG, Alami Mual, Muntah, Pusing hingga Sakit Perut, Pihak Sekolah Sebut Ayam yang Disantap Berbau

×

86 Siswa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG, Alami Mual, Muntah, Pusing hingga Sakit Perut, Pihak Sekolah Sebut Ayam yang Disantap Berbau

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO– Kasus keracunan massa yang diduga akibat menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih saja terjadi di Sumatra Barat (Sumbar). Setelah sebelumnya ratusan siswa dan guru keracunan di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, kini insiden serupa terjadi di Kota Pariaman.

Puluhan siswa  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Pariaman mengalami gejala seperti mual, muntah hebat, pusing dan sakit perut. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah Puskesmas terdekat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yamin dan RS Sadiqin untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasinya, menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi putih, chicken karage atau ayam fillet goreng tepung dengan saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang campur jagung, serta sepotong melon.

Dinas Kesehatan Kota Pariaman pun telah mengambil sampel makanan menu MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Pauh, untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium dan mengungkap penyebab puluhan siswa mengalami keracunan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, insiden bermula pada jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Pada saat itu, para siswa dari kelas 7, 8, dan 9 menyantap menu makanan bergizi yang telah disediakan.

Namun, situasi berubah mencekam ketika waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB atau tepat setengah jam berselang. Sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala fisik yang mengarah pada keracunan makanan, seperti mual, muntah hebat, pusing dan sakit perut.

Meskipun awalnya keluhan tersebut hanya dirasakan oleh segelintir anak, jumlah korban melonjak dengan cepat dalam waktu singkat akibat gejala yang menyebar secara masif. Pihak sekolah yang sigap melihat kondisi siswa langsung mengambil tindakan darurat dengan melarikan puluhan korban ke rumah sakit dan puskesmas.

Ayam Agak Berbau

Tarmizi mengungkapkan, ia mendapatkan laporan dari siswa bahwa aroma tidak baik pada ayam dalam menu MBG. Menurutnya, informasi tersebut awalnya disampaikan siswa kepada guru ketika makanan sedang dikonsumsi.

“Laporan dari murid, aromanya sudah tidak baik. Saat itu siswa sudah mulai mengonsumsi makan MBG. Guru kemudian menanyakan langsung kepada siswa terkait kondisi ayam yang mereka konsumsi dan mereka bilang kalau ayamnya bau,” ungkap Tarmizi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, saat ini ada 86 siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG. Data tersebut merupakan update terakhir terakhir yang dilakukan pihaknya pada pukul 15.00 WIB.

Baca Juga  Diduga Korban Banjir Bandang, Mayat Perempuan Ditemukan di Tepian Batang Anai

“Puluhan siswa tersebut mengalami sejumlah gejala  di antaranya pusing, mual, dan muntah setelah menyantap makanan MBG. Para siswa kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka ditangani di RSUD Muhammad Yamin dan RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman,” jelas Rudy.

Menurut Rudy, sejumlah siswa yang sebelumnya berada di IGD kemudian dipindahkan ke RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman, karena keterbatasan ruangan. Sementara itu, sebagian siswa yang kondisinya mulai membaik telah dibawa pulang oleh orang tua.

“Dari total 86 siswa yang terdampak, sebanyak 56 siswa sempat dirawat di RS Muhammad Yamin dan 30 siswa di RS Ali Sadikin. Saat ini sekitar 50 siswa sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara 20-an siswa lainnya masih menjalani perawatan inap,” ujar  Rudy.

Selain itu, kata Rudy, pihaknya memeriksa sampel makanan program MBG yang diduga menyebabkan  86 siswa keracunan. Sampel diambil dari dua lokasi yaitu sisa makanan dari ompreng siswa, serta sampel dari dapur penyedia MBG.

“Dari Dinas Kesehatan ada ke dapur MBG juga sudah datang mengambil sampelnya. Pengambilan sampel dilakukan terhadap seluruh makanan yang terdapat dalam satu ompreng MBG. Hal itu, dilakukan untuk memastikan komponen makanan yang perlu diperiksa di laboratorium,” tegasnya.

Dijelaskan Rudy, adapun menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi putih, chicken karage atau ayam fillet goreng tepung dengan saus lada hitam, tahu goreng, tumis kacang panjang campur jagung, serta melon. Pemeriksaan juga dilakukan setelah pihak sekolah melaporkan adanya kondisi ayam yang disebut agak berbau.

“Ayamnya yang berbau, kata gurunya tadi itu cuman memang agak bau kata pihak sekolah. Tapi kita sudah ambil sampel itu. Selain itu Pemko juga telah memanggil koordinator wilayah distribusi MBG di Kota Pariaman dan Kepala SPP) yang melayani MBG di MTsN 1 Kota Pariaman,” tegas dia.

Merespons kejadian darurat ini, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, langsung meninjau situasi dan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa para pelajar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan segera menginstruksikan dinas terkait untuk mengamankan serta melakukan uji sampel laboratorium terhadap sisa makanan yang dikonsumsi para siswa.

Baca Juga  Sepasang Mahasiswa Ketahuan Mesum di Kamar Kos

Hasil uji laboratorium ini nantinya akan segera dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai instansi penanggung jawab program. Sebagai langkah mitigasi preventif dan pengamanan jangka pendek, Pemerintah Kota Pariaman memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

Kebijakan moratorium sementara ini akan terus diberlakukan sampai ada hasil investigasi resmi dan rekomendasi lanjutan dari pihak Badan Gizi Nasional, guna memastikan keamanan pangan anak-anak sekolah benar-benar terjamin sebelum program dapat dilanjutkan kembali.

“Penyebab pasti insiden keracunan massal ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada olahan lauk berupa ayam goreng tepung crispy yang menjadi bagian dari menu paket MBG hari ini,” tutur dia.

Guna memastikan kandungan berbahaya di dalam makanan tersebut, tim teknis telah mengamankan barang bukti untuk diuji secara laboratorium. Pemerintah Kota Pariaman memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung oleh pemerintah daerah serta mengevaluasi penyedia jasa katering program MBG tersebut.

Pihak Sekolah Tidak Melakukan Uji Makanan

Kepala SPPG Pasir Pauh Mutiara Ihsani mengatakan, penanggung jawab di MTsN 1 Kota Pariaman tidak melakukan uji organoleptik sebelum Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada siswa. Padaha, mekanisme tersebut juga berlaku bagi MTsN 1 Kota Pariaman.

“Untuk MTsN 1 semua omprengan sudah dikirim. Cuma PIC dari MTsN tidak melakukan uji organoleptik. Mereka tidak mencoba omprengan untuk guru,” kata Mutiara.

Padahal, kata Mutiara, uji organoleptik merupakan bagian dari koordinasi SPPG dengan kelompok penerima manfaat. Jika ditemukan makanan berbau atau terdapat kejanggalan lain, sekolah diminta segera melapor.

“Makanan untuk MTsN 1 Kota Pariaman dimasak sekitar pukul 03.00 WIB. Makanan kemudian didistribusikan sekitar pukul 09.20 WIB. Kami baru mendapat informasi mengenai adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan sekitar pukul 13.00 WIB. Laporan gangguan kesehatan baru berasal dari MTsN 1 Kota Pariaman. Belum ada laporan serupa dari kelompok penerima manfaat lainnya,” pungkas dia. (ozi)