SOLOK, METRO—Seorang siswa MTsS Halaban Kabupaten Limapuluh Kota ditemukan meninggal dunia saat mandi-mandi bersama temannya di Danau Singkarak dekat lapangan Bola Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Sing-kakarak, Kabupaten Solok, Sabtu (22/8) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui bernama Muhammad Krisna Illahi, (14), siswa kelas VII MTs Halaban ini. Usai jasadnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat, langsung dievakuasi ke Puskesmas Singkarak. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Kapolsek X Koto Singkarak Iptu Adrizon mengatakan, korban tenggelam saat mandi bersama seorang temannya di kawasan Tikalak. Korban datang bersama 10 pelajar lainnya dan empat guru pendamping. Rombongan berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka tiba di kawasan Danau Singkarak sekitar pukul 15.00 WIB.
“Rombongan tersebut datang setelah mengikuti lomba pawai antarsekolah. Kemenangan dalam kegiatan itu menjadi alasan mereka menikmati waktu bersama. Tidak ada yang menyangka perjalanan itu berubah menjadi operasi pencarian korban,” kata Iptu Adrizon, Minggu (23/8).
Sekitar pukul 16.00 WIB, ungkap Iptu Adrizon, korban Krisna masuk ke danau bersama Muhammad Faris. Keduanya kemudian bergerak menuju bagian tengah sambil bermain air. Warga sekitar sempat memperingatkan mereka agar tidak terlalu jauh.
“Peringatan itu tidak menghentikan langkah kedua pelajar tersebut. Beberapa saat kemudian, situasi berubah ketika Krisna mulai meminta pertolongan. Ia disebut tidak mampu berenang dan mulai tenggelam,” tutur dia.
Menurut Iptu Adrizon, warga yang mendengar teriakan meminta tolong karena korban tidak bisa berenang berusaha membantu korban. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menarik Krisna ke permukaan. Korban kemudian menghilang dari permukaan air.
“Teman-temannya meminta bantuan warga untuk melanjutkan pencarian. Seorang warga bernama Beni Apri turut membantu mencari korban. Pencarian berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Informasi mengenai titik terakhir korban terlihat menjadi petunjuk awal. Warga kemudian menyisir kawasan sekitar lokasi tenggelam,” ungkap dia.
Iptu Adrizon menuturkan, laporan kejadian juga diteruskan kepada aparat dan petugas penanggulangan bencana. Bhabinkamtibmas Polsek X Koto Dibawah dan personel terkait mendatangi lokasi. Masyarakat setempat ikut membantu pencarian di sekitar tepian danau.
“Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Solok bersama Damkar Pos Sumani kemudian bergerak. Petugas datang untuk memperkuat operasi pencarian. Namun, cuaca sempat membuat proses tersebut terganggu. Hujan lebat turun di sekitar lokasi pencarian. Kondisi itu membuat operasi sempat dihentikan sementara. Setelah cuaca membaik, pencarian kembali dilanjutkan,” ujar dia.
Iptu Adrizon menambahkan, sekitar satu jam setelah korban tenggelam, pencarian menemukan hasil. Krisna ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam. Kondisinya sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan.
“Korban kemudian dievakuasi dari kawasan danau. Petugas membawa tubuhnya menuju Puskesmas Singkarak. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan kondisi korban,” kata dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima laporan. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses selanjutnya dilakukan di Puskesmas Singkarak. Aparat juga menangani pemeriksaan terkait kejadian tersebut.
“Kami mengingatkan masyarakat dan para pendamping kegiatan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berenang maupun mandi-mandi di perairan Danau Singkarak,” tutupnya. (*)






