SOLOK/SOLSEL

DPKUKM Rumuskan Strategi Perluas Pasar Kuliner Khas Daerah

×

DPKUKM Rumuskan Strategi Perluas Pasar Kuliner Khas Daerah

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN— DPKUKM Kota Solok merumuskan strategi memperluas jangkauan pasar kuliner khas daerah. Langkah ini diawali melalui pertemuan strategis bersama Pengurus Himpunan Pengusaha Rendang Minang (HIPERMI) Kota Solok.

SOLOK, METRO–Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Solok merumuskan strategi memperluas jangkauan pasar kuliner khas daerah. Langkah ini diawali melalui pertemuan strategis bersama Pengurus Himpunan Pengusaha Rendang Minang (HIPERMI) Kota Solok.

Sekretaris DPKUKM Kota Solok, Taufiq Rusli, menyambut baik wadah komunikasi yang diinisiasi oleh HIPERMI. Menurutnya, Pemerintah Kota Solok berkomitmen penuh untuk mengawal para pe­laku usaha rendang melalui serangkaian program prioritas agar terwujud ekosistem UMKM yang naik kelas.

“Rendang bukan sekadar warisan budaya, melainkan komoditas ekonomi yang memiliki posisi tawar sangat kuat. Melalui ko­laborasi ini, kita ingin memastikan seluruh pro­duk rendang dari Kota Solok memiliki standar baku yang aman, higienis, dan siap bertarung di pasar ritel modern serta marketplace digital,” tegas Taufiq.

Baca Juga  Upaya Percepatan Vaksinasi di Kota Solok, Masyarakat Diedukasi Prokes 6M

Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan tantangan sekaligus memperkuat daya saing Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rendang lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Ketua HIPERMI Kota Solok, Triyati, mengung­kapkan bahwa dari segi cita rasa, rendang hasil produksi pengusaha Solok memi­liki kualitas yang sangat bersaing. Kendati demikian, para pelaku usaha ma­sih membentur dinding pembatas pada aspek hilirisasi produk.

“Tantangan terbesar kami saat ini adalah standardisasi kemasan, optimalisasi masa kedaluwarsa atau daya tahan produk, serta adopsi digitalisasi pasar. Kami berharap ada sinkronisasi program de­ngan DPKUKM, terutama dalam hal pembinaan intensif dan pengurusan sertifikasi,” ujar Triyati.

Baca Juga  Pertemuan Kader PKK Kabupaten Solok, Bertukar Pikiran untuk Meningkatkan Efektivitas Program Kerja

Sebagai langkah kon­kret pasca-pertemuan, ke­dua belah pihak sepakat untuk segera menyusun database valid mengenai profil dan jumlah pengusaha rendang di Kota Solok. Data tersebut nantinya akan menjadi basis utama dalam pelaksanaan program pelatihan klastering UMKM, yang dijadwalkan mulai bergulir pada kuartal berikutnya. (vko)