PADANG, METRO–Kabar baik bagi kelompok tani di Sumbar. Kalau kesulitan alat pertanian, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang melalui LPPM Univ Negeri Padang (UNP) akan memberikan solusi.
“Beragam teknologi tepat guna dihasilkan dosen dan mahasiswa sebagai wujud pengabdian masyarakat,” kata Dr Bulkia Rahim S.Pd, M.Pd.T dan Dr Junil S.Pd, M.Pd.T, saat Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil PKM UNP, di Padang.
Kedua dosen ini memaparkan, sangat banyak produk teknologi tepat guna yang dihasilkan. Produk tersebut diserahkan kepada masyarakat dan kelompok tani diberbagai daerah di Sumbar. Sasarannya, membantu dan meringankan beban masyarakat.
“Teknologi tepat guna yang dihasilkan berangkat dari kebutuhan riil di lapangan,” kata Junil Adri.
Junil Adri memberikan contoh, dosen FT UNP menghasilkan alat pengaduk tahi kambing untuk diolah jadi pupuk. Pupuknya digunakan untuk tanaman hias. Pengolahan sedemikian rupa sehingga pupuknya tak berbau.
“Kalau bau, tentu tak nyaman untuk pupuk tanaman hias,” kata Junil Adri.
Bulkia Rahim menyebutkan, produk yang dihasilkan disesuaikan kondisi.
“Kalau ada permintaan masyarakat untuk satu produk tertentu, kami akan lakukan survei lapangan terlebih dahulu,” Bulkia menjelaskan.
Ia memberikan contoh, ketika ada dua kelompok meminta peralatan sejenis, maka dosen akan melakukan penelitian terhadap kontur lahan pertanian. Lahan pertanian yang basah dan kering akan membedakan pula peralatan yang dibutuhkan.
“Bagi kelompok tani, bisa mengajukan kebutuhan pendukung pertanian ke LPPM UNP,” kata Bulkia Rahim.
FGD dan Diseminasi Hasil PKM mengangkat tema, Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Bidang Pertanian, Kompor Berbahan Bakar Biomassa serta Pengolahan Limbah/Sampah sebagai Solusi Pengelolaan Sampai dibuka Wakil Rektor II UNP Bidang KEuangan, Umum dan Usaha, Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, ST, MT, MSc. (*)






