BERITA UTAMA

konflik Cinta Segitiga di Sijunjung Berujung Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditikam Belati, Cekcok saat Menonton Pertunjukan Kuda Kepang

×

konflik Cinta Segitiga di Sijunjung Berujung Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditikam Belati, Cekcok saat Menonton Pertunjukan Kuda Kepang

Sebarkan artikel ini
TEWAS DITIKAM— Korban Rendi (18) tewas dengan luka tusukan setelah terlibat cekcok saat saat menonton pertunjukan kuda kepang di Pasar Sungai Tambang, Sijunjung. Sedangkan pelaku masih diburu Polisi.

SIJUNJUNG, METRO– Diduga akibat terbakar api cemburu, kisah cinta segitiga di Nagari Kunpar, Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung berujung maut. Seorang pemuda berusia 18 tahun tewas dengan luka tiga tusukan saat menonton pertunjukan kuda kepang.

Korban diketahui bernama Rendi (18) warga jorong Sungai Tenang, Nagari Kunpar, tewas dengan kondisi luka tusuk pada bagian perut, dada dan tangan. Sedangkan pelaku penusukan bernama Restu (20) warga Timpeh Lima, Nagari Kamang, hingga kini masih diburu Polisi.

Kapolsek Kamang Baru, AKP Syafrinaldi melalui Kasi Humas AKP Polres Sijunjung, AKP Irwan Doni menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 21.00 WIB di Pasar Sungai Tambang, Kamang Baru, Sijunjung.

“Kejadian berawal ketika pelaku bertemu DL (16) yang merupakan kekasihnya saat pertunjukan acara kuda kepang di Pasar Sungai Tambang. Pelaku kemudian menyuruh DL untuk menghubungi korban Rendi agar datang ke lokasi acara, karena pelaku menduga korban ada menjalin hubungan dengan pacarnya,” kata AKP Irwan Doni, Minggu (14/6).

Baca Juga  Teroris Papua Diduga Bakar Pekerja di Dalam Mobil

Selanjutnya, kata AKP Irwan Doni, saksi DL pun menghubungi korban untuk datang, dan tak berselang lama, korban Rendi datang. Sesampai di lokasi, korban dan pelaku Restu terlibat adu mulut hingga cekcok sampai terjadi pemukulan.

“Tak terima kena pukul oleh korban, pelaku Restu pun mengeluarkan sebilah pisau jenis belati dari pinggangnya dan mengarahkan ke korban. Akibatnya, korban Rendi mengalami luka tusuk di bagian perut, dada sebelah kiri dan tangan,” jelas AKP Irwan Doni.

Setelah melakukan penusukan, ungkap AKP Irwan Doni, pelaku Restu langsung melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Kemudian dirujuk ke RSUD Sijunjung.

“Sempat mendapat penanganan medis di RSUD Sijunjung, korban dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Minggu (14/6) sekitar pukul 11.00 WIB.  Namun, korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Padang sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian jasad korban dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Baca Juga  Alat Medis dan Obat Hancur Diterjang Banjir

Setelah mendapat laporan kejadian, kata AKP Irwan Doni, personel Polsek Kamang Baru langsung turun ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Sayangnya, pelaku ketika itu sudah tidak berada di lokasi dan diduga sudah melarikan diri.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, tim mendapatkan alamat dan identitas pelaku. Tim sempat melakukan pencarian ke rumah pelaku namun, pelaku tidak ditemukan dan diduga telah melarikan diri. Tim saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus, serta mencari keberadaan pelaku,” tegas dia.

Menurut AKP Irwan Doni, petugas sudah berupaya melakukan pendekatan kepada keluarga pelaku, agar pelaku bisa ditemukan dan dibujuk untuk menyerahka diri serta mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sudah menghilangkan nyawa orang lain.

“Kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku, silahkan laporkan kepada kami. Meski begitu, kemana pun pelaku melarikan diri, lambat laun pasti akan ditemukan juga. Lebih baiknya serahkan diri sebelum ditangkap,” tutup dia. (ndo)