PAYAKUMBUH/50 KOTA

Payakumbuh Percepat Sertifikasi Halal, 6.021 Pelaku Usaha Telah Tersertifikasi

×

Payakumbuh Percepat Sertifikasi Halal, 6.021 Pelaku Usaha Telah Tersertifikasi

Sebarkan artikel ini
SERTIFIKAT HALAL— Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang dirangkai dengan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada sejumlah pelaku usaha di Balai Kota Payakumbuh, Kamis (4/6).

PAYAKUMBUH, METRO–Pemerintah Kota Pa­yakumbuh mempercepat sertifikasi halal bagi pe­laku usaha menjelang berakhirnya penahapan ke­dua kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Hingga saat ini, sebanyak 6.021 unit usaha di kota tersebut telah mengantongi sertifikat halal. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang dirangkai de­ngan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada sejumlah pelaku usaha di Balai Kota Payakumbuh, Kamis (4/6).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan sertifikasi halal tidak lagi sekadar menjadi kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk melindungi konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sertifikasi halal memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pro­duk yang dikonsumsi telah memenuhi standar kehalalan, kebersihan, keamanan, dan kualitas. Di sisi lain, sertifikat halal menjadi nilai tambah yang meningkatkan keperca­yaan konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha,” kata Zulmaeta.

Ia menjelaskan kewajiban sertifikasi halal me­rupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Pro­duk Halal yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Pelayanan Maksimal di Masa Pandemi Covid-19

Menurut dia, semakin dekatnya tenggat Oktober 2026 menjadi momentum bagi seluruh pe­mang­­ku kepentingan untuk mempercepat pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha yang belum tersertifikasi. “Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sa­ma mendorong pelaku usaha segera mengurus sertifikasi halal. Selain memberikan perlindungan kepada konsumen, langkah ini juga akan memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pa­sar yang semakin kom­petitif,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem halal, Pemerintah Kota Payakumbuh telah mengembangkan Zona Kuliner Ha­lal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) yang menjadi pusat kuliner malam di kota tersebut. Saat ini sekitar 75 pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan itu telah memiliki sertifikat halal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hen­dri Yazid menegaskan pihaknya siap mendukung percepatan sertifikasi ha­lal melalui pendampingan, edukasi, serta layanan yang memudahkan pelaku usaha dalam proses pengurusan sertifikat halal.

Menurut Hendri, sertifikasi halal tidak hanya penting untuk memenuhi regulasi, tetapi juga berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal yang dihasilkan pelaku usaha daerah. “Sertifikasi halal merupakan bentuk jaminan mutu yang semakin dibutuhkan konsumen. Karena itu, kami terus melibatkan penyuluh agama Islam untuk mendampingi pelaku usaha agar memahami proses sertifikasi dan tidak mengalami kendala da­lam pengurusannya,” katanya.

Baca Juga  Surau Tuo Taram jadi Saksi Revitalisasi Situs Budaya

Ia menjelaskan Sosia­lisasi WHO 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha me­ngenai kewajiban sertifikasi halal, mendorong percepatan pendaftaran pro­duk, meningkatkan li­terasi masyarakat tentang produk halal, serta me­nyediakan layanan sertifikasi halal secara langsung di lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut me­rupakan bagian dari kick off Sosialisasi WHO 2026 yang dilaksanakan secara serentak di 1.621 titik di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Selain sosialisasi, pemerintah juga menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada sejumlah pelaku usaha sebagai ben­tuk apresiasi sekaligus dorongan agar semakin banyak UMKM mengikuti program sertifikasi halal. Melalui percepatan sertifikasi halal, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap semakin banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus memberikan jaminan keamanan, ke­nyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam mengonsumsi berbagai produk yang beredar di daerah tersebut. (uus)