BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bersiap menggelar perhelatan literasi budaya berskala internasional bertajuk International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 250 delegasi dari 36 negara dan menjadi salah satu agenda besar dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan bahwa IMLF tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan mengusung tema “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota”. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 bekerja sama dengan Yayasan Satu Pena Sumatera Barat.
“IMLF kali keempat tahun ini mengangkat tema ‘Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota’. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni 2026 bekerja sama dengan Yayasan Satu Pena Sumatera Barat,” ungkap Ibnu Asis, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu abad Jam Gadang. Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, Pemkot Bukittinggi telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak, termasuk di TVRI Sumatera Barat yang berlokasi di Padang.
Menurut Ibnu, rangkaian kegiatan akan dimulai sejak 3 Juni 2026 dan terbagi dalam dua agenda utama. Pertama, kegiatan literasi melalui IMLF yang berlangsung hingga 7 Juni. Kedua, kegiatan seni, budaya, dan sejarah yang digelar mulai 7 hingga 21 Juni 2026.
“Waktu pelaksanaan mulai tanggal 3 Juni. Ada dua kelompok kegiatan besar, yang pertama kegiatan literasi yakni IMLF keempat pada 3 hingga 7 Juni 2026. Kemudian kegiatan kedua, seni, budaya, dan sejarah pada 7 hingga 21 Juni 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan terdapat sembilan agenda utama yang akan dilaksanakan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Melalui koordinasi yang matang, pemerintah menargetkan pelaksanaan IMLF berjalan lancar sekaligus mampu mengangkat gaung peringatan 100 tahun Jam Gadang ke tingkat global.
“Untuk itu, kita laksanakan rapat koordinasi, sehingga nanti pada pelaksanaannya kegiatan IMLF dapat berjalan lancar dan gaungnya 100 tahun Jam Gadang memang targetnya lebih mendunia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Satu Pena Sumatera Barat, Sastri Bakry, menyampaikan bahwa IMLF 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan pelaksanaan sebelumnya yang terus mengalami peningkatan jumlah peserta internasional.
Ia merinci, IMLF 2023 diikuti peserta dari 12 negara, meningkat menjadi 17 negara pada 2024, dan 24 negara pada 2025. Tahun ini, jumlah negara peserta melonjak menjadi 36 negara.
IMLF 2026 akan mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari penulis, pemikir, sastrawan, peneliti, seniman, aktivis, hingga mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Mereka akan berbagi gagasan sekaligus mendiskusikan tren terkini di bidang literasi, ekonomi kreatif, sastra, dan budaya.
“IMLF menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan peringatan ini dan tentu saja untuk lebih mengenalkan Bukittinggi di mata dunia. Delegasi dari 36 negara yang telah mendaftar akan mengikuti berbagai kegiatan literasi lanjutan, termasuk seminar dengan pembicara dari luar negeri,” ujar Sastri.
Rangkaian kegiatan IMLF meliputi sembilan agenda utama, yakni seminar internasional, peluncuran buku, edukasi, lomba, pertunjukan kesenian, pameran, wisata, olahraga, hingga pemberian penghargaan.
Seminar internasional nantinya akan menghadirkan delapan pembicara dan dua keynote speaker yang mengangkat tema Jam Gadang dari berbagai perspektif. Selain itu, juga akan digelar International Jam Gadang Fun Run, sebuah kegiatan olahraga lari wisata yang direncanakan diikuti sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.
Dengan skala internasional yang semakin besar, IMLF 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Bukittinggi sebagai pusat literasi dan budaya Minangkabau di kancah global. (pry)






