PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wako: Masalah Sampah Harus Segera Selesai

×

Wako: Masalah Sampah Harus Segera Selesai

Sebarkan artikel ini
DIALOG—Wali Kota bersama Wawako dan Sekda dalam dialog sasaran kinerja pegawai di Balai Kota Payakumbuh.

POLIKO, METRO–Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyoroti percepatan penyele­saian persoalan layanan dasar masyarakat seba­gai prioritas utama dalam dialog kinerja penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan evaluasi kinerja antara Kepala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh untuk Triwulan I Tahun 2026 di Aula Josrizal Zain, Senin (6/4). “Masalah sampah harus segera selesai. Jangan ada lagi keluhan masyarakat. Sebelum masyarakat berakti­vitas, sampah harus su­dah terangkut semua,” kata Wako Zulmaeta di depan Wakil Wali Kota, Elzadaswarman, Sekretaris Daerah, Rida Ananda, dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh.

Ia juga mengulas kondisi infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama jalan, irigasi, dan drai­nase. Menurutnya, pemerintah daerah harus bergerak cepat tanpa me­nunggu keluhan. “Jangan sampai ada keluhan soal jalan berlubang. Kita akan cek langsung ke lapa­ngan. Kenyamanan ma­syarakat adalah prioritas utama, termasuk percepatan penanganan irigasi dan drainase,” ujarnya.

Zulmaeta menekankan pendekatan proaktif dalam pelayanan publik. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bertindak sebelum keluhan muncul, sehingga ting­kat kepuasan ma­sya­rakat dapat terus dijaga. Selain itu, ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam me­ningkatkan kualitas hunian masyarakat. Selama ma­sa jabatannya, ia menargetkan tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Payakumbuh.

Baca Juga  Tahun ini, DLH Payakumbuh Tambah Truk Pengangkut Sampah

Di sektor perdagangan, Pemko Payakumbuh juga mendorong percepatan pembangunan pasar. Selain pembangunan Pa­sar Tradisional Ibuh Barat tahun ini, pembongkaran Pasar Blok Barat segera dilakukan untuk mempercepat proses pemba­ngu­nan.

Ia meminta pedagang memanfaatkan lokasi penampungan yang telah disediakan Pemerintah Kota Payakumbuh. Dalam aspek manajemen kinerja, Zulmaeta menegaskan pentingnya evaluasi ber­kala agar target tidak menumpuk di akhir tahun. “Target harus dievaluasi dari waktu ke waktu, jangan menunggu akhir ta­hun. Kita ingin hasil yang maksimal melalui proses yang terukur,” katanya.

Ia juga mendorong aparatur sipil negara (A­SN) untuk bekerja dengan inovasi dan kreativitas. Menurutnya, ASN merupakan motor penggerak utama pembangunan da­erah.

“ASN ini ibarat mesin. Kalau mesinnya tidak berjalan baik, tujuan orga­nisasi tidak akan tercapai. Karena itu, kita butuh komitmen, inovasi, dan ko­laborasi untuk kemajuan Payakumbuh,” ujarnya.

Zulmaeta membuka ruang bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyampaikan ide dan gagasan. Ia memastikan setiap ide yang sesuai regulasi akan ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi antarperangkat daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bekerja sama, catat yang dikerjakan dan kerjakan yang dicatat. Tanpa sinkronisasi, tidak akan ada kesepakatan dari apa yang kita rencanakan,” katanya. Ia juga mengingatkan seluruh OPD untuk cermat membaca kondisi dan te­tap mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan.

Baca Juga  Momen Hari Ibu, Ibu Hamil dan Menyusui dapat Paket

Sementara itu Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda menjelaskan dialog kinerja diikuti 31 kepala perangkat daerah, terdiri dari kepala dinas, badan, kantor, dan camat. Kegiatan ini menjadi bagian dari siklus pengelolaan kinerja ASN yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.

Ia menyebut evaluasi Triwulan I harus diselesaikan paling lambat 15 April 2026 sesuai edaran wali kota. Seluruh kepala OPD sebelumnya telah menyusun SKP pada Januari 2026 dengan mengacu pa­da rencana strategis, rencana kerja, dan perjanjian kinerja. “Dialog kinerja ini menjadi landasan untuk menyelaraskan ekspektasi pimpinan dengan kinerja perangkat daerah, se­kaligus mengevaluasi capaian triwulan pertama,” kata Rida. Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang bagi kepala OPD untuk memaparkan capaian kinerja, kebutuhan sumber daya, serta kendala yang dihadapi. “Hasil dialog akan dihimpun sebagai bahan perbaikan SKP dan peningkatan kinerja ke depan,” pungkasnya. (uus)