PAYAKUMBUH/50 KOTA

Upacara Tabur Bunga Praja Muda IPDN di Lurah Kincia, Nilai Kepahlawanan sudah Mulai Memudar

×

Upacara Tabur Bunga Praja Muda IPDN di Lurah Kincia, Nilai Kepahlawanan sudah Mulai Memudar

Sebarkan artikel ini
TABUR BUNGA—Bupati Limapuluh Kota melakukan tabur bunga bersama Praja IPDN Kampus Sumbar di Lurah Kincia, Situjuah

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo memimpin upacara tabur bunga Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN (Institut Peme­rintahan Dalam Negeri) Kampus Sumatera Barat di Taman Makam Pahlawan Lurah Kincia, Situjuah Batua, Minggu, (15/10). Tidak hanya upacara tabur bunga, kegiatan yang bertujuan untuk penanaman nilai juang bagi Praja Muda tersebut juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan positif lain dian­taranya jalan juang, kemah juang, penanaman pohon, dan sosialisasi tentang sejarah peristiwa Situjuah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur IPDN Sumatera Barat Dr.Tun Su­seno bersama jajaran, Asisten I Pemda Limapuluh Kota Herman Azmar, Kepala Kesbangpol Joni Amir, Camat Situjuah Limo Nagari Rumelia bersama unsur Forkopimca, Wali Nagari Situjuah Ba­tua Don Vesky dan sejumlah tokoh masyarakat Sijutuah Batua.

Baca Juga  Dekranasda Provinsi Sumbar Lirik IKM Payakumbuh

Kepada awak media se­saat setelah pelaksanaan upacara, Bupati Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada IPDN atas terselenggaranya napak tilas sejarah kepahlawanan di Indonesia yang terjadi di Situjuah Ba­tua yang menitikberatkan pada semangat juang para pahlawan dalam memelihara kemerdekaan Republik Indonesia.  “Mencintai dan menghargai jasa-jasa pahlawan serta meneladani perilaku hidup, jiwa, semangat, cinta bangsa dan negara, cinta tanah air, berani berkorban tenaga dan harta benda untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia harus diteladani oleh Praja Muda IPDN dalam pengabdiannya kepada negara, terlebih para praja ini suatu saat akan menjadi pemimpin Republik Indonesia di masa yang akan datang,” sambung Bupati Safaruddin.

Baca Juga  350 Warga Payakumbuh Terima Sertifikat Tanah

Bupati lebih lanjut menjelaskan, nilai-nilai kepahlawanan saat ini mulai memudar, dan seperti terlupakan khususnya pada generasi muda. Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh para penda­hulu negara tersebut hendak­nya tetap terus ditumbuh kembangkan dalam hati sanu­bari setiap elemen bangsa khususnya Praja Muda IPDN.

“Di hadapan kita seka­rang terbentang beragam persoalan yang membutuhkan pahlawan-pahlawan ma­sa kini. Tidaklah keliru jika sebutan pahlawan masa kini ditujukan kepada mereka yang mampu mengatasi persoalan sesuai bidang yang dikuasainya melalui dedikasi yang melebihi tuntutan, hal itu kami rasa dapat dibuktikan oleh IPDN dalam men­cetak abdi negara yang mam­pu menggerakkan percepatan peningkatan pela­yanan publik,” tuturnya. (uus)