PDG.TONGAH, METRO–seniman dan warga berkumpul di Area Komunitas Intro, Padang Tonggah Balai Nan Duo, Kota Payakumbuh, Kamis (11/11) malam. Malam itu dibukanya kegiatan Kemah Seniman yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi SuÂmatera Barat (Sumbar). Pembukaan Kemah Seniman malam itu begitu meriah. Di mana, tari tradisional Kota Payakumbuh, yakni Tari Sikatuntuang ditampilkan di hadapan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi, Wali Kota Payakumbuh, Riza Palefi, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti dan Asisten I dan III Setdako Payakumbuh serta ratusan seniman dan warga. Kemah Seniman yang berlangsung selama tiga hari nanti, dalam kegiatan itu berkolaborasi enam kurator dari berbagai biÂdang seperti teater, tari, musik dan sastra. Sehingga menjadi sebuah pertemuan yang berbeda deÂngan kegiatan Kemah SeÂniman sebelumnya yang dilaksanakan terakhir taÂhun 2004 silam.
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), yang sudah memilih Kota Payakumbuh sebagai tempat digelarÂnya Kemah Seniman 2021. Dia berharap, melalui Kemah Seniman ini dapat menghidupkan kembali perekonomian masyaÂrakat Payakumbuh. Kehadiran ratusan peserta Kemah Seniman 2021 selama tiga hari, tentu akan berbelanja di Kota Payakumbuh. Pedagang-pedagang kuliner dan oleh-oleh tentu akan berjual beli. “Mudah mudahan dengan kegiatan ini dapat menghidupkan perekonomian Payakumbuh di masa pendemi,” ucap Riza Palefi pada pembukaan Kemah Seniman 2021 di Area Komunitas Intro, Padang Tonggah Balai Nan Duo, Kota Payakumbuh, Kamis (11/11) malam.
Riza Falepi yakin melalui Kemah Seniman 2021 dengan tema ‘Ahli Wacana, Ahli Wahana’ akan lahir ide-ide cemerlang untuk membangun Sumbar ke depan. Dia menyebut, di Sumatera Barat banyak yang dapat digali dari sisi seni dan kebudayaan untuk diangkat dan diwariskan kembali kepada geÂnerasi muda hari ini. “Semoga kita bisa menciptakan pusat-pusat literasi yang dapat memberikan pencerahan dalam kontek kekinian,” pinta orang nomor satu di kota perlintasan Sumbar-Riau ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti berharap melalui kegiatan Kemah Seniman 2021 dan Pameran Besar Seni Rupa yang juga sedang berlangsung di tepian Batang Agam, berjarak satu kilometer dari lokasi, dapat melahirkan ide-ide untuk kemajuan kebudayaan di SuÂmatera Barat. “Peserta Kemah Seniman ini tidak hanya dari Sumbar tetapi juga ada dari Riau, Jawa Barat dan Sumut. Dua kegiatan ini difasilitasi KeÂtua DPRD Provinsi Sumbar, Bapak Supardi. DeÂngan kemah ini banyak ide-ide untuk kemajuan kebudayaan di Provinsi Sumbar akan lahir,” haÂrapnya.
Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi, yang juga putra Payakumbuh, juga memiliki harapan yang sama. Di mana melalui Kemah Seniman dan Pameran Besar Seni daÂpat mengangkat nama besar Sumbar yang kaya deÂngan seniman-seniman. Dia bertekad bila hari ini Kemah Seniman besok Kemah Seniman Nusantara. “Jika hari ini Kemah Seniman besok Kemah Seniman Nusantara. Ini membuktikan Sumbar kaÂya dengan seniman, tidak miskin dari seniman. Mutiara-mutiara yang selama ini kita kenal dengan nama besarnya di berÂbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, terÂnyata orang Sumbar,” uÂcap Supardi yang akrab disapa Guru.
Menurutnya, Kemah Seniman terakhir dilaksanakan pada tahun 2004. Sehingga ada kerinduan di antara seniman untuk bercerita, diskusi, bersua meÂlahirkan ide-ide. “Selama tiga hari ini dapat melahirkan diskusi-diskusi yang bermanfaat untuk kemajuan seni di Sumatera BaÂrat ke depan,” harap Politisi Gerindra itu.
Gubernur Sumbar, MahÂyeldi Ansharullah mengharapkan momentum Hari Pahlawan sebagai kebangkitan seniman di Sumbar. Menurutnya melalui Kemah Seniman banyak mamfaat yang dapat dipetik. Di anÂtaranya dapat mempertemukan antara maenstro dengan pemula.
Melalui pertemuan ini juga terjadi saling tukar ide gagasan dan karena seni perlu diwariskan. “Selain itu juga untuk mengobat kerinduan, membangun silaturahmi, hubungan sinergi, kerjasama, dan keakraban dengan seluruh warga sekitar. Ini juga ajang menampung aspirasi, melahirkan inovasi, juga ada komunikasi. “DeÂngan Kemah Seniman akan dapat melahirkan ide-ide baru untuk membangun Sumbar,” harapÂnya.
Buya juga menyebut, pandemi Covid-19 telah banyak menimbulkan damÂÂpak terhdap perekonomian masyarakat Sumbar. Melalui Kemah Seniman ini selain mempertemukan rasa rindu antara sesama seniman juga mempertemuan antara pedagang dan pembeli.  “Pendemi berdampak secara ekonomi, melalui kemah ini dapat mempertemukan itu. Apalagi Payakumbuh kaya akan berÂbagai aneka kuliner, ada rendang, pokoknya. Silahkan lihat di Pasar Payakumbuh,” sebut Buya.(fan/uus)






