METRO NASIONAL

Pelaksanaan PPKM Darurat Seharusnya Dipimpin Menkes, Bukan Luhut

×

Pelaksanaan PPKM Darurat Seharusnya Dipimpin Menkes, Bukan Luhut

Sebarkan artikel ini
Emrus Sihombing

JAKARTA, METRO–Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat se­ha­rusnya dipimpin menteri kesehatan, bukan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

“Kalau saya berpendapat, seharusnya panglima kita menteri kese­hatan. Jadi, kemen­terian-kemen­terian lain harus supporting,” ucap Emrus saat dihubungi JPNN.­com, Jumat (2/7).

Menurut dia, bi­la pertimbangan memilih Luhut ada­lah posisinya se­bagai menko, itu pun kurang pas lan­taran dia tidak mem­ba­wahi Ke­men­­terian Kese­ha­tan (Kemen­kes).

“Kalaupun LBP sebagai menko, kan dia bukan men­ko di bidang kese­ha­tan. Kesehatan di bawah Menko PMK,” ucap­nya.

Baca Juga  Tak Hanya Migor, Eko Patrio Menduga Jajaran Mendag Lutfi Main di Komoditas Lain

Ketika PPKM Da­rurat dikomandani menkes, katanya, ma­ka menterinya juga harus orang yang ahli di bidang kesehatan. Sebab, penanganan Covid-19 membutuhkan pendekatan saintifik.

“Karena yang kita hadapi ini adalah scientific. Covid-19 kan scientific, tidak ada nuansa politik dalam konteks ini. Virus ini kan tidak bisa berpolitik,” ujarnya.

 Namun, Emrus menyadari bahwa menkes yang seharusnya memimpin penanganan pandemi Covid-19 ini bukanlah ahli kesehatan. Diketahui, Budi Gunadi Sadikin merupakan seorang bankir.

“Jadi, waktu penggantinya menteri kemarin (reshuffle, red) seharusnya ahli paru-paru. Kan ini yang diserang paru-paru. Spesialis paru-paru seharusnya menteri kesehatan. Atau paling tidak orang yang ahli virolog,” tutur Emrus.

Baca Juga  Mensos Risma Tegaskan, Layak dan Tidaknya Penerima Bansos Kewenangan Pemda

Walakin hal itu menurutnya bisa disiasati pe­merintah dengan membentuk tim yang diisi para ahli bidang kesehatan.

Dengan demikian, katanya, penanganan pan­demi Covid-19 dilakukan dengan pendekatan yang saintifik. “Paling tepat menteri kesehatan, tetapi (menkes sekarang) bukan background kesehatan, harus dibentuk tim,” ujar Emrus. (mcr8/jpnn)