BERITA UTAMA

3 Hari Tak Pulang, Nelayan Mentawai Hilang, Sampan Ditemukan Terombang-ambing, Korban Pamit Jual Hasil Tangkapan

×

3 Hari Tak Pulang, Nelayan Mentawai Hilang, Sampan Ditemukan Terombang-ambing, Korban Pamit Jual Hasil Tangkapan

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang di di perairan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI, METROSeorang nelayan yang be­rangkat menggunakan sampan untuk menjual hasil tang­kapan­nya, dilaporkan hilang di per­airan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hingga Minggu (21/6), operasi pen­carian yang dilakukan Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Korban yang diketahui ber­nama Arbian (50) warga Dusun Sua, Desa Saibi, Kecamatan Siberut Selatan, sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya se­telah berpamitan menjual hasil tangkapannya. Keluarga pun meminta bantuan kepada warga untuk mencari kor­ban.

Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri di sejumlah lokasi perairan sekitar. Upaya tersebut hanya menemukan sampan dan kotak ikan milik korban yang terombang-ambing di kawa­san Pulau Bugei.

Kondisi itu membuat keluarga korban khawatir lantaran hanya sampan yang digunakan korban yang ditemukan. Warga kemudian melaporkan hilangnya korban kepada pihak terkait untuk mempercepat proses pencarian terhadap korban.

Baca Juga  Berkomitmen pada Dampak Lingkungan, Qwords Raih Penghargaan ESG Award dari SBM ITB

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Hilton Telaumbanua, mengatakan peristiwa itu bermula pada Kamis (18/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban berangkat menggunakan sampan da­ri Dusun Sua, Desa Saibi, menuju Dermaga Muara Siberut untuk menjual hasil tangkapan ikan.

“Sejak Kamis itu korban tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga korban serta warga setempat me­la­kukan pencarian di sekitar jalur yang biasa dilewati oleh korban,” kata Hilton.

Hilton menambahkan, da­lam pencarian awal, war­g­a hanya menemukan sampan dan kotak ikan milik korban yang menga­pung di sekitar perairan Pulau Bugei. Sementara keberadaan Arbian tidak ditemukan.

“Kejadian tersebut dilaporkan oleh Lemairus warga setempat, kepada Unit Siaga SAR Siberut pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIB. Kami langsung mrnsnggspi laporan itu dengan mengumpulkan personel dan mempersiapkan berbagai pera­laan,­”katanya.

Baca Juga  Kasus OTT Korupsi Jaring Ikan  di Kantor Bupati, Penyidik Lengkapi Berkas Perkara sesuai Petunjuk Jaksa

Dikatakan Hilton, tepat pukul 11.50 WIB, tim Rescue USS Siberut diberang­katkan menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP) di perairan Pulau Bugei.

“Sebanyak lima personel SAR dikerahkan me­ng­gunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai. Tim bergerak menuju koor­di­nat 1°29’47″ LS dan 99°11’16″ BT yang berjarak sekitar 28 mil laut dari Pelabuhan Muara Siberut untuk melakukan penyisiran intensif,” ujar dia.

Menurut Hilton, setelah dilakukan pencarian oleh petugas Tim Sar Mentawai, korban belum ditemukan dan tahap pencarian ma­sih dilakukan. Ia pun berharap korban bisa segera ditemukan.

“Operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan unsur SAR dan masyarakat setempat. Pe­tugas terus menyisir area perairan sekitar Pulau Bu­gei guna menemukan Arbian yang hingga kini ma­sih berstatus dalam pencarian,” tutupnya. (*)