BERITA UTAMA

Warga Agam yang Disekap dan Disiksa di Myanmar Berhasil Dibebaskan, Korban sudah Berada di BP2MI Batam dan segera Dipulangkan

×

Warga Agam yang Disekap dan Disiksa di Myanmar Berhasil Dibebaskan, Korban sudah Berada di BP2MI Batam dan segera Dipulangkan

Sebarkan artikel ini
VIRAL—Video Ayu Elsih bersama temannya yang sama-sama Warga Negara Indonesia (WNI) meminta pertolongan pemerintah Indonesia usai disekap dan disiksa di Myanmar.

PADANG, METROTim gabungan berhasil membebaskan Ayu Elsih (32) ke Tanah Air usai disekap dan disiksa di Myawaddy, Myanmar. Perempuan asal Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, akhirnya dipulangkan dengan kondisi selamat ke Indonesia.

Ayu sebelumnya menjadi korban eksploitasi oleh sindikat penipuan daring (online scam). Kasus ini terungkap setelah korban membuat video meminta tolong dengan kaki penuh luka diduga bekas campukan.

Kepala Badan Kes­bang­pol Agam, Bambang Warsito mengatakan, Peme­rintah Kabupaten Agam langsung melakukan koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Polri, BP2MI, Imigrasi, serta Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumbar sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan perlindungan.

Baca Juga  Kekurangan Stok Oksigen, Sumbar Minta Bantuan ke Provinsi Tetangga

“Informasi terakhir yang kami terima, Ayu su­dah berhasil dibebaskan dan saat ini berada di BP2MI Batam dengan kondisi selamat,” kata Bambang Warsito, Kamis (30/7).

Bambang menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Agam, saat ini terus berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan proses penjemputan korban dapat segera dilakukan.  Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Polres Agam guna memfasilitasi keluarga yang akan berangkat menjemput korban ke Batam.

“Kami bersama TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait terus melakukan koordinasi agar proses pemulangan ke kampung halaman dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Semen Padang Tantang Persijap di Gelora Bumi Kartini, Momentum Kebangkitan atau Makin Tenggelam?

Menurut Mabmbang, kondisi mental dan fisik korban masih membutuhkan waktu untuk pulih setelah mengalami peristiwa pe­nye­kapan dan penyiksaan tersebut. Maka itu, seluruh proses pemulangan dilakukan dengan mem­per­tim­bangkan kondisi psikologis dan kesehatan korban.

“Kami masih menunggu kepastian dari pihak keluarga mengenai siapa yang akan berangkat menjemput Ayu di Batam. Sehingga proses pemulangan ke Kabupaten Agam dapat segera terlaksana.  Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah berspekulasi serta memberikan ruang bagi korban untuk menjalani proses pemulihan,” tutupnya. (*)