SAWAHLUNTO, METRO–Direktur Utama PT. Bukit Asam Persero Tbk, Arsal Ismail didampingi Direktur Operasional Produksi Ilham Yacub Forkopimda dan Sekdako Sawahlunto Rovanly Adams saat Penandatangan Launcing Saka Ombilin Heritage Horel Jumat (17/4). Kehadiran Saka Ombilin Heritage Hotel menjadi angin segar bagi sektor pariwisata di Kota Sawahlunto. Selama ini, wisatawan mancanegara maupun domestik kerap kesulitan mendapatkan akomodasi memadai di kota warisan dunia UNESCO tersebut. Akibatnya, banyak wisatawan memilih menginap di daerah lain seperti Tanah Datar, Bukittinggi, hingga Padang, sehingga dampak ekonomi bagi Sawahlunto belum optimal.
Menjawab tantangan itu PT Bukit Asam Tbk melalui Unit Pertambangan Ombilin (UPO) membangun hotel berbintang empat dengan memanfaatkan bangunan bersejarah bekas Kantor Ombilin yang berdiri sejak 1916, bergaya arsitektur Eropa. “Proyek ini menelan biaya sekitar Rp 70 miliar,” ujar General Manager UPO Yulfaizon Achong.
General Manager UPO, Yulfaizon Achong, menyebut pembangunan hotel ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pasalnya, bangunan yang direvitalisasi merupakan cagar budaya yang dilindungi negara, sehingga bentuk aslinya tidak boleh diubah. “Bangunan ini sudah berusia lebih dari satu abad dan merupakan satu-satunya hotel di dunia yang memanfaatkan gedung bersejarah seperti ini. Proses pengerjaannya sangat menantang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Arsal Ismail menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung Sawahlunto sebagai kota warisan dunia yang membanggakan. Ia juga mengajak Pemerintah Kota Sawahlunto dan Forkopimda untuk bersinergi menjaga serta mengembangkan potensi kota tersebut. Sekretaris Daerah, Rovanly Abdam, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Bukit Asam dalam pengembangan sektor pariwisata. (pin)






