PADANG, METRO—Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di kawasan Bundaran Tazar, Jalan Bypass, Kelurahan Batung Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (26/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Beruntung, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Kendaraan yang terlibat dalam kejadian ini adalah satu unit truk tangki yang mengangkut BBM, sebuah minibus, sepeda motor, serta sebuah dump truk. Keempat kendaraan tersebut terlibat dalam benturan beruntun yang menyebabkan kerusakan pada masing-masing kendaraan.
Kanit Laka Polresta Padang, Iptu Zulkifli mengatakan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara(TKP), didapatkan kronologis kecelakaan. Menurutnya, awal mula kecelakaan berasal dari truk tangki BBM.
“Kendaraan berat tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Simpang Arai Pinang menuju arah Gudang Bulog, atau tepatnya dari arah utara ke selatan. Setiba di lokasi bundaran, truk tangki secara tidak sengaja menabrak minibus yang dalam posisi berhenti sebelum melakukan manuver balik arah,” kata Iptu Zulkifli.
Ditambahkan Iptu Zulkifli, pada saat yang sama, sebuah sepeda motor berada di sisi kiri minibus dan juga dalam kondisi berhenti menunggu kesempatan melintas. Akibat benturan antara truk tangki dan minibus, sepeda motor tersebut ikut terdampak secara langsung.
“Daya benturan yang cukup besar membuat minibus terdorong maju ke arah depan. Akhirnya kendaraan tersebut bertabrakan dengan dump truck yang tengah melakukan putaran di area bundaran pada saat itu,” jelasnya.
Sementara itu, kata Iptu Zulkifli, sepeda motor yang berada di dekat minibus terpental jauh ke depan akibat getaran dan gaya benturan yang terjadi. Kondisi kendaraan setelah kejadian menunjukkan tingkat kerusakan yang bervariasi pada masing-masing unit.
“Beberapa orang yang menjadi pengemudi dan penumpang kendaraan mengalami berbagai tingkat cidera. Pengemudi truk tangki berinisial N berusia (36), pengemudi minibus berinisial G berusia (29), dan pengendara sepeda motor berinisial M (26) tercatat sebagai pihak yang terlibat langsung,” tuturnya.
Ditegaskan Iptu Zulkifli, korban yang memerlukan perawatan medis terdiri dari empat orang, di antaranya termasuk seorang bayi berusia enam bulan dengan inisial A. Selain pengemudi minibus G, penumpangnya berinisial F berusia (30) juga mengalami luka.
“Pengemudi minibus G mengalami cidera, antara lain luka robek pada bagian kepala, lecet di area kaki kiri, serta keluhan terkilir pada bagian leher dan punggung tubuh. Kondisinya memerlukan penanganan segera di fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, penumpang F, kata Iptu Zulkifli, mengalami kondisi lebam pada kedua bagian kaki, serta mengalami masalah terkilir yang sama dengan pengemudi minibus pada area leher dan punggung. Keluhan tersebut membuatnya tidak dapat bergerak dengan normal setelah kejadian.
“Bayi berinisial A yang menjadi salah satu korban, mengalami keluhan nyeri pada beberapa bagian tubuh. Tim medis yang datang ke lokasi segera membawanya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.
Terakhir, kata Iptu Zulkifli, pengendara sepeda motor M mengalami cidera yang cukup serius. Di antaranya adalah luka lecet pada wajah, adanya retakan pada pipi kanan, lebam di kepala, luka robek di pelipis kanan, serta lecet di bagian bahu, tangan, dan kaki.
“Selain itu, korban t juga memiliki luka pada bibir atas dan mengeluhkan rasa sakit di daerah pinggang. Semua korban telah dilarikan ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar dia.
Iptu Zulkifli mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penanganan terhadap kasus kecelakaan tersebut. Tim penyelidik sedang mengumpulkan bukti serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kejadian ini terjadi.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kecelakaan karena madih dalam tahap penyelidikan. Tim juga masih memintai keterangan dari saksi-saksi,” tutupnya. (*)






