PADANG, METRO–Dua bocah yang berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Ulak Karang, tepatnya di belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4) sekitar pukul 12.40 WIB
Kedua korban yang diketahui bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) yang sama-sama warga Kelurahan Gunung Pangilun, hilang terseret ombak saat mandi-mandi dan berenang bersama temannya di pantai tersebut. Mendapat kabar anaknya hilang tenggelam, orang tua korban langsung panik dan histeris.
Tim SAR gabungan pun langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban yang bersekolah di SDN 6 Lapai ini. Sayangnya, hingga pencarian hari kedua Minggu sore (19/4), kedua korban belum ditemukan meski Tim SAR gabungan sudah menyisiri pantai menggunakan perahu karet maupun mengerahkan drone untuk memantau keberadaan korban dari udara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata, Seprisar (33), peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Awalnya, terdapat enam orang anak yang sedang berenang di lokasi tersebut. Empat orang berada agak ke tengah, sementara dua lainnya berada di pinggiran. Nahas, kondisi cuaca dan laut sedang tidak bersahabat.
“Kondisi ombak saat itu cukup ekstrem dan air laut sedang keruh. Empat anak yang di tengah sempat berusaha menyelamatkan diri ke pinggir, namun diduga karena situasi yang sangat riskan, dua orang justru terseret ombak dan hilang,” ungkap Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.
Setelah mendapat laporan adanya dua anak hilang di pantai, Hendri menegaskan, pihaknya langsung menerjunkan tim Rescue ke lokasi. Menurutnya, pencarian dilakukan dengan menyisiri pantai menggunakan perahu karet.
“Pusdalops PB BPBD Kota Padang di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL langsung bergerak ke lokasi untuk menghimpun data dan memulai operasi pencarian,” ujar Hendri.
Hendri menambahkan, operasi SAR (Search and Rescue) melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel BPBD Kota Padang, Basarnas, TNI/Polri, relawan KSB, masyarakat dan nelayan setempat.
“Pada pencarian hari pertama, kondisi laut yang sedang tidak menentu menjadi kendala utama dalam pencarian. Hingga pukul 18.00 WIB, kedua korban belum ditemukan dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya,” tutur dia.
Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap kedua korban, Minggu (19/4). Pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan mengerahkan kekuatan tambahan untuk menyisir area perairan yang lebih luas.
Komandan Regu (Danru) Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, mengungkapkan bahwa pencarian hari ini diperkuat dengan tambahan armada dari berbagai instansi. Total lima unit perahu karet kini telah berada di laut untuk mencari keberadaan korban.
“Pencarian hari kedua melibatkan tambahan armada dari Damkar Kota Padang. Total ada lima unit perahu karet yang dikerahkan, dibantu oleh personel Polairud Polda Sumbar, Brimob, dan BPBD Kota Padang,” ujar Tri Desyu di lokasi kejadian.
Penyisiran, kaa Tri, dilakukan dengan strategi perluasan area secara bertahap. Hingga Minggu pagi, tim telah menyisir radius 1,5 mil dari titik lokasi terakhir hilangnya korban. Siang hingga sore, area pencarian diperluas hingga 2 mil ke arah tengah laut atau ke arah Barat Daya.
“Sedikitnya 28 personel gabungan terlibat aktif dalam operasi ini, yang terdiri dari unsur BPBD Kota Padang, Kepolisian, TNI, PMI, Damkar, serta berbagai lembaga relawan kemanusiaan lainnya. Dapat kita sampaikan, di hari kedua pencarian orang hilang masih nihil,” tutur dia.
Tri mengungkapkan, selama dua hari proses pencarian, tim menghadapi beberapa kendala, mulai dari arus berubah-ubah pasca bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu, penumpukan sampah hingga banyaknya kayu di dalam laut.
“Kendala kita dalam pencarian hari kedua adalah arus laut yang berubah-ubah, banyaknya tumpukan kayu. Asumsi kita, korban ini bisa saja tersangkut di sana. Hal menyulitkan tim gabungan saat menyusuri lokasi terakhir korban,” tutur dia.
Akan tetapi, kata Tri, tim gabungan terus memantau titik terakhir korban hanyut di Pantai Ujung Karang tersebut. Selain itu, tim gabungan juga memantau menggunakan scouting darat terhadap titik-titik lokasi terakhir korban hanyut.
“Kita pastikan sudah pantau di bagian dalam laut dan pemantauan menggunakan scouting di darat. Update informasi akan terus kami sampaikan seiring perkembangan pencarian di lapangan,” ujarnya.
Tri menjelaskan, pada hari ketiga pencarian, tim akan melakukan pengembangan radius pencarian guna memperluas kemungkinan ditemukannya korban. Selain itu, hasil evaluasi dari pencarian hari kedua juga akan menjadi pertimbangan untuk memperluas area pencarian hingga ke pulau-pulau terdekat.
“Besok pagi (hari ini-red), kami akan melaksanakan briefing terlebih dahulu untuk menentukan pola pencarian yang lebih efektif, termasuk kemungkinan memperluas area hingga ke pulau-pulau sekitar,” tambahnya.
Sementara itu,di pinggir pantai, suasana haru masih menyelimuti lokasi. Sejumlah warga dan kerabat korban tampak ramai menyaksikan proses pencarian sambil berharap kedua bocah malang tersebut segera ditemukan.
Tim SAR gabungan pun mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area bibir pantai, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi. (*)






