BERITA UTAMA

Tragedi Kapal Wisata Terbalik Dihantam Ombak, 1 Wisatawan asal Riau Tewas, 15 Orang Selamat

×

Tragedi Kapal Wisata Terbalik Dihantam Ombak, 1 Wisatawan asal Riau Tewas, 15 Orang Selamat

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Jenazah korban Rini Asnita yang tewas dalam tragedi kapal terbalik di Bungus Teluk Kabung, Padang, dievakuasi ke Puskesmas.

PADANG, METRO–Kapal penumpang yang mengangkut 16 orang terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di pe­rairan laut Bungus Teluk Ka­bung, Kota Padang, Minggu (11/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Satu orang wisa­tawan dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Korban tewas diketahui bernama Rini Asnita (55), warga Kabupaten Siak, Riau. Sedangkan 15 orang wisatawan lainya selamat. Usai dievakuasi dari perai­ran, jenazah korban yang merupakan karyawan swas­ta di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bu­ngus Teluk Kabung sembari menunggu keluarga men­jemputnya.

Kasat Polairud Polresta Padang AKP Dasrul me­ngatakan, peristiwa kapal terbalik ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kapal berpenumpang 14 orang laki-laki dan 2 perempuan. Me­nurutnya, kapal saat itu sedang dalam perjalanan kem­bali dari Pulau Pagang menuju Pantai Carlos, Bungus.

“Saat kapal di tengah laut, cuaca buruk dengan hujan deras melanda Kota Padang dan sekitarnya. Gelombang laut tinggi menghantam kapal. Kapten kapal, Doni Pattimura (49) sempat mengarahkan kapal ke tepian Sungai Pi­sang, daratan terdekat. Namun ombak yang besar menggagalkan upaya tersebut. Kapal kemudian dihantam ombak susulan dan akhirnya terbalik,” ungkapnya.

Baca Juga  Polisi Ungkap Peran Tersangka Pegi, Menyuruh Terdakwa lain Mengejar Vina dan Membunuhnya

Kapolsek Bungus Teluk Kabung, AKP Syamsurizal, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia adalah Rini Asnita (55), warga Perawang, Kelurahan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Korban diketahui merupakan karya­wan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) yang tengah berlibur bersama rekan-rekannya.

“Rombongan wisata­wan terdiri dari 16 orang, yakni 14 laki-laki dan dua perempuan, serta dua awak kapal. Mereka berangkat dari Pulau Pagang dan hendak kembali ke tepian pantai Carlos saat cuaca mulai memburuk,” ujar AKP Syamsurizal.

Saat perjalanan kembali, kapal dihantam ombak besar dan mulai kemasukan air. Kapten kapal sempat mengarahkan kapal ke tepian Sungai Pisang untuk berlindung, namun gelombang tinggi menghalangi upaya tersebut. Akhirnya, kapal kembali diarahkan ke tengah laut dan terus dihantam ombak hingga akhirnya terbalik.

Baca Juga  Presiden Prabowo Ingin HUT RI Digelar Sederhana, Fokus Kerja untuk Rakyat

“Semua penumpang telah menggunakan jaket pelampung. Sebanyak 15 orang berhasil diselamatkan, namun satu orang, yakni Rini Asnita, tidak tertolong. Ia dievakuasi ke Puskesmas Bungus Teluk Kabung dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis,” jelasnya.

Pihak kepolisian bersama piket BP dan Pawas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Namun hingga saat ini, keluarga korban dan rombongan belum dapat dihubungi karena seluruh telepon genggam tenggelam da­lam insiden tersebut.

“”Pihak keluarga korban belum berhasil dihu­bungi karena seluruh perangkat komunikasi para wisatawan tenggelam bersama kapal. Kami masih melanjutkan penyelidikan dan akan memberikan informasi lebih lanjut apabila ada perkembangan,” sambung Syamsurizal.

Pihak berwenang me­ngimbau agar aktivitas wisata laut lebih berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan. (brm)