AGAM, METRO–Program unggulan pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Namun, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pelaksanaannya justru berjalan maksimal dengan manajemen yang profesional dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Salah satu contohnya terlihat di dapur MBG yang berlokasi di Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung. Dapur ini dikelola oleh Yayasan Peduli Karakter Anak (YPKA) yang berkolaborasi dengan BUMNag Bersama Antokan Jaya, berdasarkan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Direktur Operasional BUMNag Bersama Antokan Jaya, Agustanius, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan sarana dan prasarana dapur, termasuk pengelolaan limbah, yang telah diverifikasi oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). “Kami mendukung penuh program MBG ini karena sejalan dengan cita-cita Presiden untuk mewujudkan generasi emas 2045,” ujarnya.
Dapur MBG tersebut mulai beroperasi sejak 1 September 2025 dan telah melayani 3.564 siswa dari 27 sekolah, mulai dari TK/PAUD hingga SMK, dengan radius pelayanan sekitar 6 km dari lokasi dapur. Program ini tidak hanya mendukung kesehatan siswa, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian lokal, terutama bagi petani yang menjadi pemasok bahan pangan.
Menurut Agustanius, pelaksanaan MBG memberi manfaat ganda. Selain menyehatkan generasi muda, program ini juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat roda ekonomi masyarakat sekitar. “Bahan makanan yang digunakan melalui proses seleksi ketat, agar kualitas dan keamanan pangan benar-benar terjamin,” tambahnya. (pry)






