BERITA UTAMA

Semarak Hari Jadi Kota Padang ke-356, 20 Busana Karya Desainer Muda Pukau Penonton Padang Fashion Summit

×

Semarak Hari Jadi Kota Padang ke-356, 20 Busana Karya Desainer Muda Pukau Penonton Padang Fashion Summit

Sebarkan artikel ini
PADANG FASHION SUMMIT—Pembukaan Padang Fashion Summit, dengan tema Mystical Sako ‘Warisan Budaya Nan Batuah’ dalam Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356, ditandai dengan membuka kain penutup pada sebuah boneka manekin yang telah didandani dengan mengenakan busana hasil desain oleh Ny. Dian Fadly Amran.

PADANG, METRO–Lenggak-lenggok puluhan model di atas catwalk yang memperagakan hasil busana dari 20 desainer muda di Kota Padang memukau penonton yang hadir di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu siang (3/8).

Kegiatan tersebut bernama Padang Fashion Summit, dengan tema Mystical Sako ‘Warisan Budaya Nan Batuah’ yang merupakan salah satu dari rangkaian memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356.

Sebelum berlaga pada ajang Padang Fashion Summit ini, para desainer muda tersebut telah dipilih dan telah diberikan pembekalan oleh desainer profesional beberapa bulan yang lalu, dan puncaknya ditampilkan pada rangkaian HJK Padang ini.

Kepala Disnakerin Kota Padang, Fery Erviyan Rinaldy, selaku ketua panitia acara menyampaikan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang ini merupakan sebagai salah satu upaya untuk menggali potensi di bidang desain dan fashion.

Selain itu juga bertujuan untuk melahirkan desainer muda yang handal, mempromosikan produk lokal, serta mengapresiasi kreativitas dalam menciptakan karya berupa fashion yang berdaya saing dengan sentuhan sulaman khas Kota Padang.

“Ini merupakan final dari lomba yang sebelumnya telah digelar yang diikuti oleh 140 orang desainer, yang kemudian disaring sehingga menjadi 20 orang desainer terbaik,” katanya.

Baca Juga  Berceramah Safari Ramadhan, 6 Dai Palestina Korban Kejahatan Zionis Israel Diundang ke Indonesia

Untuk membuka acara tersebut, panitia mengundang Ny. Harnel Mahyeldi yang merupakan ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang tampak bersemangat untuk menyaksikan para model untuk memperagakan busana.

Pembukaan acara tersebut ditandai dengan membuka kain penutup pada sebuah boneka manekin yang telah di dandani dengan mengenakan busana hasil desain oleh Ny. Dian Fadly Amran dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Ny Harneli mengatakan sangat penting untuk melahirkan generasi-generasi muda yang memiliki kreativitas, inovasi dan keterampilan yang luar biasa.

“Sehingga bisa menarik kunjungan wisata dari hasil desainnya, karena Padang ini adalah ibukota provinsi yang bisa dijadikan tempat pemasaran dari produk-produk kerajinan,” ungkapnya.

Kegiatan ini katanya juga merupakan bentuk implementasi dari citra Padang kota pintar, dan kota sehat yang berlandaskan agama, dan budaya.

“Semoga Padang ke depannya semakin sukses, semakin jaya, semakin berkembang, dan semakin mampu untuk menjadi kota metropolitan,” katanya.

Setelah penampilan dari ke-20 model, saatnya Dewan juri bekerja untuk menilai dan menetapkan siapa saja yang berhak menjadi pemenang dalam lomba tersebut.

Dewan juri tersebut yakni tiga desainer profesional seperti Fomalhaut Zamel, Deden Siswanto, dan De Irma. Dari keputusan ketiganya, ditetapkan Tasya Zita sebagai juara I, yang plakat penghargaannya diserahkan langsung oleh istri Wakil Wali Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

Baca Juga  Pemerintah Dorong Para Guru Penerima Tunjangan Segera Validasi dan Verifikasi Rekening untuk Kelancaran Pencairan

Lalu disusul oleh Salsabila Hadrat meraih juara II, dan Rizka Afriyuni posisi ke tiga. Selain itu untuk favorit diraih Chintya Atmajayanti, best sewing diraih Hakim Arif Billah, best concept diraih Hengki Romeo.

Tasya Zita mengaku bangga dan bahagia karya desainnya dilirik oleh Dewan juri dan menjadi juara dalam lomba tersebut, selain itu dia mengatakan bahwa tema sulam Sisiak Ikan itu diangkat bukan hanya sebagai elemen dekoratif, melainkan sebagai simbol perjalanan anak muda yang sedang mencari jati diri.

“Saya memilih motif abstrak untuk menggambarkan pemikiran anak muda yang sedang melangkah mencari jati diri. Kadang ragu, kadang plin-plan. Makanya desain ini dinamakan Menyulam Langkah, dengan minimalist edgy with cultural,”jelasnya.

Selain itu katanya, secara filosofis makna Menyulam Langkah menggambarkan perjalanan hidup yang tidak selalu lurus, tapi penuh makna di setiap prosesnya. Gaya minimalis yang digunakan dipadukan dengan potongan tegas dan detail sulam tangan, menjadikan karyanya kuat dari sisi konsep maupun estetika.

Acara Padang Fashion summit ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari Caca D’ Academy yang merupakan jebolan ajang pencarian bakat D’ Academy 5 asal Lubuk Begalung. (brm)