BERITA UTAMA

Semalaman Terombang-ambing Akibat Mati Mesin, Kapal yang Ditumpangi 2 Nelayan Dievakuasi Tim SAR

×

Semalaman Terombang-ambing Akibat Mati Mesin, Kapal yang Ditumpangi 2 Nelayan Dievakuasi Tim SAR

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI KAPAL— Tim Kantor SAR Padang mengevakuasi kapal nelayan yang mati mesin di kawasan perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.

PARIAMAN, METROSempat terombang-ambing gegara mati mesin, dua nelayan yang menumpangi KM Halim Wijaya berhasil diselamatkan Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang di kawasan perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.

Proses evakuasi terhadap kapal mati mesin tersebut, sempat berlangsung dramatis.Pasalnya, tim harus menerjang badai serta gelombang laut setinggi tiga meter di tengah kegelapan malam.

Dua korban selamat tersebut diketahui bernama Ali (60), warga Asal Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sapriadi (45), warga Bungus, Kota Padang. Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah kapal mereka terombang-ambing di lautan.

Kepala Kantor SAR Ke­las A Padang, Abdul Malik mengungkapkan, laporan kejadian pertama kali diterima dari pemilik kapal, Medri, pada Rabu (5/8) pukul 22.02 WIB.

“Berdasarkan kronologi kejadian, KM Halim Wi­­ja­ya yang memiliki panjang 17 meter dan didominasi warna merah-biru tersebut berangkat dari Sasak, Pa­saman Barat me­nuju Bungus, Padang pada Rabu pagi pukul 10.00 WIB,” kata Abdul Malik, Kamis (6/8).

Baca Juga  Soal Pertemuan Prabowo-Megawati, Jokowi: Saya Kira Baik Buat Kemajuan Negara

Namun, kata Abdul Ma­lik, sekitar pukul 16.00 WIB, kapal mendadak mengalami kendala teknis dan mesin mati total. ABK sempat berupaya memperbaiki mesin hingga malam hari pukul 20.10 WIB, tetapi tidak berhasil.

“Mengingat situasi semakin mengkhawatirkan, mereka menghubungi pemilik kapal yang kemudian langsung meneruskan laporan ke Tim SAR Padang,” ujar Abdul Malik.

Menerima laporan ter­sebut, kata Abdul Malik,  pihaknya langsung menggerakkan KN SAR Yudistira beserta 9 orang ABK dan 4 orang dari pihak pemilik kapal pada pukul 22.24 WIB menuju Last Known Position (LKP).

“Namun, upaya pencarian tahap awal sempat terhalang cuaca ekstrem. Pada pukul 23.56 WIB, KN SAR Yudistira terpaksa putar balik dan sandar sementara di Pelabuhan Bungus lantaran badai tajam serta gelombang tinggi mencapai 3 meter yang membahayakan keselamatan pelayaran,” ungkap Abdul Malik.

Menurut Abdul Malik, pencarian kembali dilanjutkan saat cuaca mulai mem­­baik pada Kamis dini hari pukul 03.45 WIB. Tak hanya KN SAR Yudistira dengan 16 POB (Person on Board), Tim SAR juga me­nge­rahkan armada pendukung RIB 02 dengan 9 personel pada pukul 04.00 WIB untuk mempercepat penyisiran.

Baca Juga  Buntut 2 Pekerja Tewas Tertimbun, Tambang Tanah Galian CV Bersama Nusantara Ditutup Sementara, Kasatreskrim: Lokasi Dipasangi Garis Polisi

“Setelah penyisiran intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan lokasi KM Halim Wijaya pada pukul 06.20 WIB di koordinat ±0°52’55.­263 S – 100°13’19.683 T, atau se­kitar 12 mil laut (Nautical Miles) dari lokasi awal,” jelas dia.

Abdul Malik menuturkan, kapal ditemukan da­lam keadaan utuh bersama seluruh ABK dalam kondisi selamat. Tim langsung melakukan tindakan evakuasi dengan cara menarik (towing) kapal menggunakan armada SAR me­nuju Pelabuhan Bungus.

“Proses penarikan kapal berjalan lancar hingga tiba dan sandar dengan selamat di Pelabuhan Bungus pada pukul 09.05 WIB. Setelah seluruh korban dan kapal dipastikan aman, Tim SAR menggelar debriefing pada pukul 09.10 WIB. Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur penolong dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tutupnya. (*)