BERITA UTAMA

Sejumlah Jurusan Kuliah Terancam Dihapus, Kampus Diminta Jangan Gegabah Tutup Prodi

×

Sejumlah Jurusan Kuliah Terancam Dihapus, Kampus Diminta Jangan Gegabah Tutup Prodi

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Perseta UPTION 2026 soal dari Prodi.

JAKARTA, METRO–Dunia pendidikan tinggi Indonesia bersiap menghadapi perubahan besar. Pemerintah melalui Kem­diktisaintek mulai mengkaji penghapusan sejumlah program studi yang dinilai tak lagi relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Wacana ini langsung memicu perhatian publik, terutama karena jurusan pendidikan dan kedokteran disebut ikut masuk dalam daftar sektor yang berpotensi terdampak.

Kebijakan tegas ini ditempuh untuk menyelaraskan kualitas dan kompetensi lulusan dengan tuntutan delapan sektor industri strategis nasional yang dipandang sebagai penopang utama ekonomi di masa depan.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Pancasila, Eddie Toet Hendratno, menjelaskan, bahwa usulan tersebut harapannya tak buru-buru diterapkan dan harus dilihat kebermanfaatannya di masa depan.

Baca Juga  Masa New Normal, Polsek Sikakap Pantau Wilayah

“Menurut saya, sebaiknya dikaji dulu apa alasan dulu diadakan prodi tersebut. Bila setelah diyakini tidak bermanfaat di masa depan, silakan dihapus,” kata Eddie, Selasa (5/5).

Sektor pendidikan dan kedokteran sendiri disinyalir akan menjadi target penutupan prodi. Terlebih sektor ini mengalami oversupply dimana kebutuhan industri berada jauh di bawah angka kelulusan.

Eddie Toet mewanti-wanti agar Kemendikbu­dristek berhati-hati dalam memilah penghapusan prodi pada kedua sektor ini.

“Hati-hati menghapus pendidikan kedokteran dan sektor pendidikan. Baca kembali UUD 45 tugas pemerintah dan negara men­cerdaskan masyarakat dan kesehatan masya­ra­kat,” ungkapnya.

Baca Juga  Gempa Besar Sulbar, 42 Meninggal Dunia

Dia pun meminta Kemendikbudristek untuk meneliti dengan seksama kebutuhan prodi yang akan dihapus. Bahkan, ia meminta agar negarawan dan para pakar pendidikan diikutsertakan untuk me­ngkaji usulan ini.

Meskipun nantinya akan ada fokus terhadap delapan industri strategis yaitu kesehatan, ketaha­nan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim, yang akan dijadikan dasar perampingan.

“Jangan buru-buru dihapus. Diteliti dulu dengan seksama. Sebelum diputuskan dihapus. Kebutuhan sesaat jangan menjadi patokan untuk menghapus,” tukas dia. (jpg)