BERITA UTAMA

Rumah Doa Digeruduk Massa Usai Ibadah Jumat Agung, Sahroni Kecam Tindakan Intoleransi

×

Rumah Doa Digeruduk Massa Usai Ibadah Jumat Agung, Sahroni Kecam Tindakan Intoleransi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

JAKARTA, METROJemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kris­ten (POUK) Tesalonika, Teluknaga, Ka­bu­paten Tange­rang dibuat kaget karena di­geruduk massa usai me­nunaikan iba­dah Jumat Agung pa­da Jumat (3/4). Usai didatangi massa, lo­kasi ibadah tersebut disegel oleh Satpol PP Ka­bupaten Tange­rang karena diduga belum memiliki Perizinan Bangun Gedung (PBG).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan adanya aksi intimidasi seperti ini. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kepercayaan, seharusnya sesama umat bergama memiliki toleransi.

“Saya sangat kecewa dan miris melihat kejadian ini. Apalagi dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beragama dan menjunjung moral, tapi caranya justru intimidatif dengan membawa massa me­ng­geruduk rumah ibadah di hari besar keagamaan,” kata Sahroni, Senin (6/4).

Baca Juga  Rumah Gadang Kerajaan Jambu Lipo Hangus, Warga Terluka, Kerugian Rp1 Miliar

Politikus Partai NasDem ini menyampaikan, persoalan perizinan rumah ibadah seharusnya diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku. Kondisi ini tidak seharusnya menjadi dasar melakukan aksi sewenang-we­nang.

“Ini jelas mencederai nilai toleransi di negara yang berlandaskan Pancasila. Kalau persoalannya perizinan, tempuh saja jalur administratif yang sudah disediakan negara,” imbuhnya.

Sebagai negara hukum, kata Sahroni, negara telah menyediakan jalur yang sah untuk menyelesaikan perkara hukum maupun administrasi. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut publik.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Agam, Warga Berhamburan Keluar Rumah

“Jangan main geruduk berbasis massa seperti ini karena sangat timpang dan intimidatif. Dan aparat ha­rus tegas terhadap pelaku intoleran. Jangan terbawa arus massa, ambilah sikap objektif dan humanis. Ke depan jangan biarkan aksi-aksi seperti ini terulang, apalagi menyangkut kegiatan beragama yang sama sekali bukan tindakan kriminal,” pungkasnya. (jpg)