PIMPINAN DPRD Kota Padang turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2026 untuk menyerap berbagai aspirasi warga di sejumlah wilayah di Kota Padang. Beragam persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari penanganan banjir, perbaikan infrastruktur lingkungan, fasilitas pendidikan, hingga pembangunan rumah ibadah.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, melaksanakan reses di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (4/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga banyak menyampaikan persoalan banjir yang masih menjadi ancaman utama di kawasan tersebut.
Muharlion mengatakan, selain penanganan banjir, warga juga mengusulkan pembangunan jalur evakuasi alternatif melalui Jalan Heler yang terhubung hingga kawasan Aia Pacah dan Bypass. Menurutnya, jalur utama menuju pusat pemerintahan saat ini sudah sangat padat sehingga diperlukan akses tambahan untuk mengurai kemacetan.
“Selain persoalan banjir, warga juga mengusulkan pembangunan jalan lingkungan yang belum terbetonisasi, perbaikan drainase, bantuan untuk masjid dan mushalla, serta dukungan terhadap kelompok wanita tani (KWT),” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, sejumlah usulan masyarakat sebenarnya sudah masuk dalam APBD 2026 dan sebagian lainnya akan diperjuangkan melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekcam Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, tokoh masyarakat, RT/RW, LPM, serta warga setempat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri di Mushalla Nurul Yaqin RW II Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (4/5/2026).
Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan mencuat, di antaranya jalan rusak, drainase tersumbat yang memicu banjir, serta lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak lagi berfungsi di beberapa titik.
Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan perbaikan Mushalla Nurul Yaqin dan dukungan untuk kongsi kematian di RW II Tanjung Saba Pitameh Nan XX.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jupri menegaskan seluruh usulan masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Padang. “Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar aspirasi masyarakat yang sifatnya mendesak dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Di wilayah lain, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub melaksanakan reses di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Minggu (3/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peninjauan gotong royong renovasi Pondok Tahfiz Masjid Raya Pasa Gadang.
Dalam reses itu, pengurus masjid mengusulkan bantuan pembangunan atap kanopi menuju lantai dua masjid agar tangga dan teras bangunan tidak cepat rusak akibat hujan.
Osman Ayub mengatakan usulan tersebut akan diperjuangkan melalui dana pokok pikiran (pokir) pada APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027. Ia juga menyebutkan bantuan renovasi Pondok Tahfiz sebelumnya sudah direalisasikan melalui pokir senilai Rp20 juta. “Ini bentuk nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses benar-benar ditindaklanjuti,” katanya.
Reses juga digelar Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, melaksanakan reses di Perumahan Banda Gadang Permai, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Senin (4/5/2026). Reses tersebut difokuskan pada penanganan banjir yang masih menghantui warga pascabanjir bandang beberapa waktu lalu.
Mastilizal Aye sengaja menghadirkan Dinas Perkim Kota Padang, pihak kelurahan, konsultan, serta Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif agar persoalan yang dihadapi warga dapat langsung ditindaklanjuti. “Kami ingin persoalan drainase ini segera ada solusi. Setiap hujan setengah jam saja, air sudah masuk ke rumah warga,” katanya.
Ia menyebutkan, pihak konsultan bersama Perkim akan segera melakukan survei lokasi dan menyusun perencanaan agar pengerjaan drainase bisa dimulai pada akhir Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, PMI Kota Padang juga menyerahkan bantuan kepada 60 kepala keluarga berupa pakaian dan susu formula bagi balita terdampak banjir. (***)






